Pelatihan Goal Setting Melalui Pohon Impian Untuk Meningkatkan Kebermaknaan Hidup Mahasiswa Universitas Aisyah Pringsewu Annida Dahrul 1*) , Rully Afrita Harlianty 1 , Eka Nurzanah 2 , Riska Agi Sawitri 2 , Hamid Mukhlis 1 , Rehan Dauly Putra 1 , Nuria Audrin Melani 1 Published online: 19 Desember 2022 ABSTRACT Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sebagai wadah mahasiswa di Universitas Aisyah Pringsewu dalam menyampaikan emosi yang mereka rasakan baik yang dipengaruhi bidang akademik, sosial maupun lingkungan yang terealisasikan melalui pohon impian dimana setiap mahasiswa diberikan kebebasan dalam mengekspresikan emosi yang dirasakan. Diharapkan melalui kegiatan ini setiap mahasiswa dapat mencapai kebermaknaan hidup yang sesuai dengan masa perkembangannya melalui pelatihan goal setting. Sasaran Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah mahasiswa Universitas Aisyah Pringsewu dengan jumlah peserta sebanyak 60 orang. Pelatihan goal setting bertujuan untuk mewujudkan dan mendorong kebermaknaan hidup. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat diberikan dengan metode praktek dan diskusi, dimana setiap mahasiswa menuliskan makna dan emosi yang mereka rasakan selanjutnya pohon impian menjadi wadah dimana mahasiswa dapat mengungkapkan emosi. Hasil dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dapat diuraikan dalam indikator sebagai berikut: (1) Peserta dapat mengikuti dengan kondusif dari awal acara hingga akhir pelatihan goal setting, (2) Peserta mahasiswa dapat mengungkapkan emosi (3) Peserta terdorong untuk mewujudkan dan mendorong kebermaknaan hidup. Keyword: Goal setting; Pohon impian, Kebermaknaan hidup PENDAHULUAN Universitas Aisyah Pringsewu adalah salah satu kampus Swasta yang terletak di Pringsewu, Lampung. Adapun untuk Fakultas yang ada di Universitas Aisyah Pringsewu yaitu Fakultas Kesehatan, Teknologi & Informatika, Sosial & Bisnis dan Keguruan & Ilmu Pendidikan. Keguruan & Ilmu Pendidikan. Banyaknya jurusan yang ada di Universitas Aisyah Pringsewu membuat banyaknya peminat dikalangan mahsyarakat untuk menempuh pendidikan. Ketika menempuh perkuliahan banyak tantangan dan masalah yang dialami oleh setiap mahasiswa, kebanyakan mahasiswa masih cenderung sulit untuk mengungkapkan emosi yang mereka rasakan untuk mencapai kebermaknaan hidup yang positif. Mahasiswa yang berada pada fase perkembangan remaja menuju remaja akhir. Menurut Hurlock (2009) pada tahapan remaja menuju dewasa seperti yang terjadi pada mahasiswa, umumnya mereka belum mampu melakukan kontrol emosi secara lebih tepat dan mengekspresikan emosi dengan cara yang diterima masyarakat. Ketidakmampuan dalam kontrol emosi secara tepat dapat berakibat pada