1
P ISSN: 2086 - 4604
E ISSN: 2549 - 8819
© 2018 Departemen Biologi FMIPA Unhas
Jenis Jenis Tumbuhan Berpotensi Obat Di Desa Bambapuang Kabupaten Enrekang
Evi Anggraeni HR, Elis Tambaru, H. Muhtadin Asnady Salam, Andi Ilham Latunra
Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Hasanuddin, Makassar 90245
email: evihr12@gmail.com
Abstrak
Penelitian tentang Jenis-jenis Tumbuhan Berpotensi Obat di Desa Bambapuang
Kabupaten Enrekang telah dilakukan pada bulan April – Juni 2017. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang berpotensi obat di Desa
Bambapuang Kabupaten Enrekang. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode
jelajah cruise method. Hasil dari penelitian yang dilakukan pada Masyarakat Desa
Bambapuang menujukkan bahwa terdapat 53 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan
sebagai obat, yang terdiri dari 2 (dua) Classis yaitu Dicotyledoneae sebanyak 27 familia
dan Monocotyledoneae sebanyak 4 (empat) familia. Jenis tumbuhan yang paling banyak
digunakan dari Classis Dicotyledoneae yaitu sirsak (40%), kumis kucing (36%) dan
jambu biji (32%). Jenis tumbuhan yang digunakan paling sedikit digunakan dari Classis
Monocotyledoneae yaitu jagung, lengkuas, pisang, dan bawang dayak dengan
persentase sebesar 4%. Organ tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan sebagai
obat adalah daun (75,47%) dan yang paling sedikit adalah tangkai putik (1,88%), umbi
(1,88%), kulit batang (1,88%), dan getah (1,88%). Pengolahan tumbuhan sebagai obat
yang paling banyak digunakan yaitu dengan cara direbus (52,84%) dan yang paling
sedikit digunakan yaitu dengan cara diperas (0,81%).
Kata kunci: Tumbuhan Obat, Bambapuang, Enrekang
Potential Types of Herbal Plants in Bambapuang, District of Enrekang, South Sulawesi
Abstract
Research on Plant Types of Potential Drugs in the village Bambapuang
Enrekang was conducted in April-June 2017. This study aims to determine the types of
plants that have the potential drug in the village Bambapuang Enrekang. The method
used is the method of cruising cruise method. Results of research conducted at the
Village Community Bambapuang shows that there are 53 species of plants used as
medicine, consisting of two (2) Classis is Dicotyledoneae as much as 27 familia and
Monocotyledoneae four (4) familia. Species most widely used of Classis Dicotyledoneae
that soursop (40%), cat whiskers (36%) and guava (32%). Species involved are the least
used of Classis Monocotyledoneae such as corn, ginger, bananas and dayak onions with
a percentage of 4%. Organ of the plant most widely used as medicine are the leaves
(75,47%) and the least was a stylus (1,88%), tubers (1,88%), bark (1,88%), and the sap
(1,88%). Processing plants as the drug most widely used is by boiling (52,84%) and the
least used by way of squeezed (0,81%).
Keywords: Herbal Palnts, Bambapuang, Enrekang
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan 9 (17) (2018) 1 - 7
Jurnal
Ilmu Alam dan Lingkungan
http://journal.unhas.ac.id