JIDAN p-ISSN : 2339-1731 Jurnal Ilmiah Bidan e-ISSN : 2581-1029 Volume 6 Nomor 1. Juli – Desember 2018 1 Peningkatan Kadar Hb Pada Kejadian Anemia dengan Pemberian Sirup Kalakai Sofia Mawaddah Poltekkes Kemenkes Palangka Raya, Email:sofizline@gmail.com, Tlp:+6282148530101 Naskah Diterima : 02 Oktober 2018 Disetujui : 10 Desember 2018 Publikasi : Januari 2019 ABSTRAK Latar Belakang : Sebagian besar remaja puteri menderita defisiensi Fe dan anemia Fe karena meningkatnya kebutuhan Fe selama masa pertumbuhan. Akibat jangka panjang anemia defisiensi besi pada remaja puteri adalah apabila remaja puteri nantinya hamil, maka ia tidak akan mampu memenuhi zat-zat gizi bagi dirinya dan juga janin dalam kandungannya serta pada masa kehamilannya. Sebagian besar masyarakat, Kalakai hanya dimanfaatkan sebagai sayuran yang tumbuh di sekitar tempat tinggal mereka untuk melengkapi konsumsi pangan diolah dengan cara direbus, bening, oseng, dan lain-lain. Salah satu cara pemanfaatan Kalakai adalah dengan mengolah Kalakai menjadi sirup. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kadar Hb pada kejadian anemia dengan kejadian anemia dengan pemberian sirup kalakai. Metode : penelitian ini menggunakan Quasy eksperiment. sampel adalah mahasiswa pada Prodi DIV Kebidanan Poltekkes Palangka Raya sebanyak 10 orang. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah Paired T Test. Hasil : uji statistik dengan uji t sebesar -6.859 dengan probabilitas sebesar 0.000. Hal ini dapat diketahui bahwa probabilitas < alpha (2.5%), sehingga H0 ditolak. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa kadar Hb mahasiswa yang mengalami anemia sesudah pemberian sirup kalakai lebih tinggi dibandingkan kadar Hb sebelum pemberian sirup kalakai. Sebagai rekomendasi dari hasil penelitian adalah sirup kalakai bisa menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kadar Hb. Kata Kunci : Sirup kalakai, Kadar Hb, Remaja putri PENDAHULUAN Remaja merupakan tahap dimana seseorang mengalami sebuah masa transisi menuju dewasa. Remaja adalah tahap umur yang datang setelah masa kanak- kanak berakhir, ditandai oleh pertumbuhan fisik yang cepat. Remaja dalam masyarakat dikenal dengan berbagai istilah yang menunjukkan kelompok umur yang tidak termasuk kanak-kanak tetapi bukan pula dewasa. Pada umumnya, anemia lebih sering terjadi pada wanita dan remaja putri dibandingkan dengan pria. Yang sangatdisayangkan adalah kebanyakan penderita tidak tahu atau tidak menyadarinya. Bahkan ketika tahu pun masih menganggap anemia sebagai masalah sepele. (1) Anemia adalah suatu kondisi medis dimana kadar hemoglobin kurang dari normal. Kadar Hb normal pada remaja putri adalah >12 g /dl. Remaja putri dikatakan anemia jika kadar Hb <12 gr/dl. (2) Anemia merupakan masalah gizi di dunia, terutama di negara berkembang termasuk Indonesia. Angka anemia gizi besi di Indonesia sebanyak 72,3%.