Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi
Vol. 5 No. 6, Desember 2022
P-ISSN 2620-8342
E-ISSN 2621-3052
Copyright © Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI )
877
Metode Composite Performance Indekx (CPI) Sistem Pendukung
Keputusan Penilaian Desa Terbaik
Irvan Muzakkir
1*
, Annahl Riadi
2
1,2
Universitas Pohuwato
JL. Trans Sulawesi No. 147 Kec. Marisa Gorontalo, 96266
Corresponding author‘s e-mail: irvanmuzakkir32@gmail.com
Abstrak - Kegiatan pelaksanaan penilaian desa terbaik harus dilakukan dengan terbuka dan kompetitif
meskipun jumlah data yang dimasukan relatif banyak. Penilaian desa terbaik sering terkendala, karena setiap
desa memiliki karakteristik yang berbeda sehingga menyebabkan nilai kriteria pada masing-masing desa
berbeda. Perhitungan dari penilaian masih dilakukan dalam manual sehingga masih banyaknya kesalahan
pelaksanaannya dan penilaian desa yang terbaik belum dilaksanakan secara terbuka dan transfaran.
Berdasarkan permasalahan tersebut dibutuhkan sistem pendukung keputusan penilaian desa terbaik
menggunakan metode Composite Performance Index (CPI) yag dapat diterapkan pada Kecamatan Patilanggio
dalam pengambilan keputusan, sehingga dapat diimplementasikan. Sistem pendukung keputusan penilaian
desa terbaik hasil dari perhitungan Metode Composite Performance Index (CPI) merupakan prioritas yang
dibutuhkan sebagai bahan pertimbangan pada Kecamatan Patilanggio untuk menentukan Penilaian Desa
Terbaik. Hasil yang diperoleh SPK Penilaian Desa Terbaik Berdasarkan Hasil Pengujian White Box
Disimpulkan Bahwa Sistem Pendukung Keputusan Ini Bebas Dari Kesalahan Program Dengan Total
Node(N)= 15, Edge(E)= 18, Predicate Node(P)= 7 Region(R)= 8
Kata kunci: SPK, CPI, Penilaian, Desa Terbaik, Patilanggio
Abstrack - The activity of implementing the best village assessment must be carried out openly and
competitively even though the amount of data entered is relatively large. The assessment of the best village is
often constrained, because each village has different characteristics, causing the criteria values for each
village to be different. The calculation of the assessment is still done manually so there are still many
implementation errors and the best village assessment has not been carried out openly and transparently.
Based on these problems, a decision support system for the best village assessment is needed using the
Composite Performance Index (CPI) method which can be applied to Patilanggio District in decision making,
so that it can be implemented. The decision support system for the best village assessment resulting from the
calculation of the Composite Performance Index (CPI) Method is a priority needed as material for
consideration in Patilanggio District to determine the Best Village Assessment. The results obtained by the
SPK for the Best Village Assessment Based on the White Box Test Results It was concluded that this Decision
Support System was free from program errors with Total Node(N)= 15, Edge(E)= 18, Predicate Node(P)= 7
Region(R)= 8
Keywords: SPK, CPI, Evaluation, Best Village, Patilanggio
1. Pendahuluan
Desa Menurut aturan-aturan Pemerintah, disebut bahwa desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang
memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat
setempat, berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem
pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia[1]. Berbagai motivasi penilaian dilaksanakan pemerintah
pada masyarakat desa guna memacu percepatan pembangunan yang merata. Keberhasilan desa didukung penuh
seluruh masyarakat dengan perangkat desa. Dalam upaya pemerintah melakukan pembangunan di daerah
pedesaan untuk mewujudkan strategi pembangunan di dalam rencana pembangunan jangka menengah
nasional, untuk mendukung rencana pemerintahan, dilakukan kegiatan pelaksanaan penilaian desa terbaik[2].
Kegiatan pelaksanaan penilaian desa terbaik harus dilakukan dengan terbuka dan kompetitif meskipun
jumlah data yang dimasukan relatif banyak. Penilaian desa terbaik sering terkendala, karena setiap desa
memiliki karakteristik yang berbeda sehingga menyebabkan nilai kriteria pada masing-masing desa berbeda.
Dalam memperdayakan masyarakat dan kelurahan, perlu adanya penguatan kelembagaan untuk meningkatkan
motivasi gotong royong masyarakat desa dan kelurahan. Salah satu penguat kelembagaan harus memiliki nilai
kebersihan dalam menciptakan nilai pembangunan desa dan masyarakat agar dapat terarah terkoordinasi
terpadu serta berkelanjutan. Nilai kebersihan tersebut dilakukan dengan membandingkan tingkat
perkembangan terakhir data dari profil desa, atau kelurahan yang sesuai dengan indikator penilaian yang telah
di tetapkan. Perhitungan dari penilaian masih dilakukan dalam manual sehingga masih banyaknya kesalahan
pelaksanaannya dan penilaian desa yang terbaik belum dilaksanakan secara terbuka dan transfaran.