Firmawati and Triyana, Kinerja Electronic Nose 263 Kinerja Electronic Nose untuk Membedakan Antara Sampel Urin Positif dan Negatif Mengandung Metadon Performance of Electronic Nose to Detect Urine Samples Containing Methadone Nini Firmawati and Kuwat Triyana* Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Gadjah Mada, Sekip Utara Yogyakarta 55281, Indonesia *) Corresponding author: triyana@ugm.ac.id Abstrak Kinerja electronic nose untuk membedakan sampel urin mengandung metadon atau tidak sudah diteliti. Meningkatnya penyalahgunaan narkoba memerlukan penanganan yang serius terutama sekali terkait dengan pencegahan. Hal ini dapat dilakukan melalui deteksi sampel urin. Pada penelitian ini, difokuskan pada metadon karena terkait dengan Program Terapi Rumatan Metadon para pengguna narkoba. Electronic nose (e-nose) yang digunakan pada dasarnya tidak didesain khusus untuk sampel urin. Electronic nose yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari delapan larik sensor gas komersial dan menghubungkan sistem akuisisi data serta sistem pengenalan pola berdasarkan Principal Component Analysis (PCA). Sampel urin mengandung metadon diperoleh dari Puskesmas Gedongtengen Yogyakarta, sedangkan sampel urin tidak mengandung metadon dikumpulkan dari relawan (mahasiswa) dibawah pengawasan selama penelitian. Sebelum pengujian kinerja electronic nose, masing- masing sampel urin tidak membutuhkan perlakuan dan persiapan khusus. Sampel dapat secara langsung dideteksi setelah dimasukkan dalam wadah sampel electronic nose. Suhu wadah sampel dipertahankan sekitar 60 0 C. Dari analisis PCA, ditemukan bahwa total varians dari PC1 dan PC2 adalah lebih dari 90%. Ini menunjukkan bahwa electronic nose dapat diterapkan sebagai instrument alternatif untuk deteksi cepat urin yang mengandung metadon. Katakunci: electronic nose, penyalahgunaan narkoba, metadon, urin, deteksi cepat Abstract Electronic nose performance to distinguish samples of urine containing methadone has been studied. Increased drug abuse requires serious handling, especially related to the prevention. This can be done through the detection of urine samples. In this study, it is focused on methadone because it is associated with the Program Terapi Rumatan Metadon of drug users. The electronic nose (e-nose) being used is not specially designed for urine samples. The electronic nose used in this study consists of eight commercial gas sensor arrays and connecting data acquisition systems and pattern recognition systems based on Principal Component Analysis (PCA). Urine samples containing methadone were obtained from Puskesmas Gedongtengen Yogyakarta, whereas urine samples did not contain methadone collected from volunteers (students) under supervision during the study. Prior to the electronic nose performance test, each urine sample did not require special treatment and preparation. Samples can be directly detected after being inserted in an electronic nose sample container. The sample container temperature is maintained at about 60 ÂșC. From PCA analysis, it was found that the total variance of PC1 and PC2 was more than 90%. This shows that electronic nose can be applied as an alternative instrument for rapid detection of urine containing methadone. Katakunci: electronic nose, penyalahgunaan narkoba, metadon, urin, deteksi cepat