METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi ISSN: 2598-8565 (media cetak) Vol. 7 No. 1 (April 2023) ISSN: 2620-4339 (media online) Halaman 41 RANCANGAN PEMETAAN HASIL PRODUKSI PERTANIAN UNGGULAN DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Alfonsus Situmorang * , Yolanda Y. P. Rumapea, Jimmy F. Naibaho, Indra Kelana Jaya, Albert Harianja Program Studi Teknik Informatika, Universitas Methodist Indonesia, Medan, Indonesia Email: fonsuss@gmail.com DOI: https://doi.org/10.46880/jmika.Vol7No1.pp41-46 ABSTRACT The availability of agricultural land that is wide enough is a factor in the diversity of agricultural products. With the support of available technology, the community can determine the superior commodities from these agricultural products. In this study to determine the results of superior agricultural production, the Location Quotient method can be used. Method. In this study, data on area and agricultural production were used for 1 year (2020-2021) from the Serdang Bedagai Agriculture Service. The results of the research are in the form of a mapping system for superior agricultural production from 5 types of plants, namely rice, corn, cassava, watermelon, chili in Serdang Bedagai Regency. Mapping is designed using arcgis software to determine superior commodities. The test results with the Location Quotient method on cassava plant species with the highest value of production were 12.9, rice 4.7, chili 3.25, corn 1.53, watermelon 1.26. Keywords: Main Commodities, Location Quotient, Arcgis. ABSTRAK Ketersediaan lahan pertanian yang cukup luas menjadi faktor keanekaragaaman hasil pertanian. Dengan didukung teknologi yang tersedia masyarakat dapat menentukan komoditas unggulan dari hasil pertanian tersebut. Pada penelitian ini untuk menentukan hasil produksi pertanian unggulan dapat digunakan metode Location Quotient. Metode. Pada penelitian ini menggunakan data luas dan produksi pertanian selama 1 tahun dengan periode (2020–2021) dari Dinas Pertanian Serdang Bedagai. Hasil dari penelitian berupa sistem pemetaan hasil produksi pertanian unggulan dari 5 jenis tanaman yaitu padi, jagung, ubi kayu, semangka, cabai di Kabupaten Serdang Bedagai. Pemetaan dirancang dengan menggunakan software arcgis untuk menentukan komoditas unggulan. Hasil pengujian dengan metode Location Quotient pada jenis tanaman ubi kayu nilai tertinggi hasil produksi berjumlah 12,9, padi 4,7, cabai 3,25, jagung 1,53, semangka 1,26. Kata Kunci: Komoditas Unggulan, Location Quotient, Arcgis. PENDAHULUAN Lahan pertanian suatu daerah yang luas dapat dilakukan penanaman tanaman untuk produksi dari daerah tertentu. Hasil pertanian dari daerah tertentu menjadi komoditas produksi pertanian. Hasil komoditas ini dapat dianalisis dengan produksi periodiknya (Suratiyah, 2015). Demikian juga halnya pada daerah Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Terdapat beberapa jenis hasil pertanian yang banyak dikelola masyarakat di kabupaten ini, seperti padi, jagung, ubi kayu, semangka, dan cabai . Persebaran lahan daerah tanam produksi pertanian diatas belum dilakukan Pemetaan untuk komoditas unggulan pertanian. Hal ini perlu agar dapat memberikan informasi mengenai indikator sebaran luas lahan dan produksi pertanian di Kabupaten Serdang Bedagai (Kusumastuti, 2010). Informasi tentang Produksi Pertanian unggulan sangat diperlukan oleh mereka yang membutuhkan produksi pertanian dalam skala jumlah besar. Terutama untuk calon investor pertanian yang seringkali mengalami kesulitan dalam membutuhkan informasi tentang lahan pertanian padi, jagung, ubi kayu, semangka, dan cabai berdasarkan hasil produksi sebelumnya. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah aplikasi berbasis web yang mampu mengolah Data Produksi Pertanian Unggulan di Kabupaten Serdang Bedagai. Hal tentu memudahkan para masyarakat khususnya para pengunjung di bidang pertanian dalam mencari hasil pertanian unggulan. Metode Location Quotient (LQ) digunakan oleh peneliti untuk menentukan sektor basis dan nonbasis atau sektor komoditas Produksi Pertanian unggulan. Menurut (Djala, Nurwiana, & Klau, 2021) dalam penelitian terdahulu menulis bahwa