INVENTORY Jurnal Akuntansi, Prodi. Akuntansi – FEB, UNIPMA, Vol. 2, No.2, Oktober 2018 307 STUDI FENOMENOLOGI: MEMAKNAI TATA KELOLA PERUSAHAAN PADA BISNIS KELUARGA BERETNIS TIONGHOA DI INDONESIA R. A. Widyanti Diah Lestari 1) Program Studi Akuntansi, Universitas Internasional Batam widyanti@uib.ac.id ABSTRACT Family business in Indonesia has contributed more than half of Gross Domestic Product (GDP). This makes the presence of family businesses, especially ethnic Chinese, an interesting phenomenon to be studied further. There is still a little theory and research that has been done to explore what happens to ethnic Chinese entrepreneurs because they build successful companies and then transfer to the next generation. So this study aims to gain understanding, interpret meaning, and state actions taken by parties involved in family business practices, especially those related to the governance, succession and organizational culture of Chinese ethnicity in Indonesia. The results of the literature study show that the source of strength of ethnic Chinese family businessmen lies in their behavior, where in general the social behavior of ethnic Chinese communities still refers to the beliefs of Confusionism teachings and traditional cultural values of their ancestors. The key to success in doing business with Chinese people is better known as the Guanxi, Ganqing, and Xinyong trilogy, which are the characteristics of human relations in the business world that still need to be explored more deeply whether it is appropriate to apply in Indonesia. In running an ethnic Chinese family business, family members are the main character. To avoid agency conflicts and to perpetuate companies that have been pioneered by its predecessor, in some Chinese ethnic family companies in Indonesia a good governance in family business has been implemented through the distribution of share ownership (there is a percentage of ownership), then also a transparent succession process (starting from the deepest family) with the selection process and the transition stage. The progress of a family company can be demonstrated by increasingly clear rules regarding ownership, management and governance. Keywords: family corporate governance, trilogy (Guanxi, Ganqing, and Xinyong) ABSTRAK Di Indonesia, bisnis keluarga berkontribusi lebih dari setengah dari Produk Domestik Bruto Indonesia (PDB). Hal ini membuat kehadiran bisnis keluarga khususnya yang beretnis Tionghoa menjadi fenomena menarik untuk dikaji lebih lanjut. Masih sedikit teori dan penelitian yang telah dilakukan untuk mengeksplorasi apa yang terjadi pada pengusaha etnis Tionghoa karena mereka membangun perusahaan yang sukses dan kemudian mentransfer ke generasi berikutnya. Sehingga studi ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman, menafsirkan makna, dan mengungkapkan tindakan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam praktik bisnis keluarga khususnya terkait dengan tata kelola, suksesi dan budaya organisasi dari etnis Tionghoa di Indonesia. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa sumber kekuatan pelaku bisnis keluarga etnis Tionghoa terletak pada perilakunya, dimana secara umum perilaku sosial masyarakat etnis Tionghoa masih mengacu pada kepercayaan ajaran Konfusionisme dan tata nilai budaya tradisional nenek moyang mereka. Kunci sukses berbisnis pada etnis Tionghoa lebih dikenal dengan istilah trilogi Guanxi, Ganqing, dan Xinyong, yang merupakan suatu karakter hubungan antar manusia dalam dunia bisnis yang masih perlu digali lebih dalam apakah tepat untuk diterapkan di Indonesia. Dalam menjalankan bisnis keluarga etnis Tionghoa, anggota keluarga merupakan pemeran utama. Guna menghindari konflik keagenan dan untuk melanggengkan perusahaan yang telah dirintis oleh generasi pendahulu, pada beberapa perusahaan keluarga beretnis Tionghoa di Indonesia telah dilakukan tata kelola atas perusahaan, yang dapat diketahui dengan adanya pembagian kepemilikan saham (terdapat prosentase kepemilikan), kemudian juga dilakukannya proses suksesi yang transparan (diawali dari keluarga terdalam) dengan adanya proses seleksi dan tahap transisi. Semakin majunya sebuah perusahaan keluarga dapat ditunjukkan dengan semakin jelasnya aturan tentang kepemilikan, manajemen, dan tata kelola. Kata Kunci : Tata kelola perusahaan keluarga, trilogi (Guanxi, Ganqing, dan Xinyong).