PILAR JURNAL TEKNIK SIPIL Vol.16 No. 02, September 2021 Diterbitkan oleh: Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Sriwijaya ISSN (Print) : 1907 - 6975; ISSN (Online) : 2722 - 2926 https://jurnal.polsri.ac.id/index.php/pilar/index PILAR JURNAL TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA | 57 PENGARUH PEMILIHAN MODEL ANALISIS UNTUK PENANGANAN JEMBATAN M. Ade Surya Pratama 1* , Anggi Nidya Sari 1 , Hendi Warlika Sedo Putra 1 1 Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Sriwijaya * adepratama@polsri.ac.id Naskah diterima : 27 Agustus 2021. Disetujui: 8 September 2021. Diterbitkan : 30 September 2021 ABSTRAK Banyak jembatan yang ada saat ini sudah mendekati masa umur layanannya, maka dibutuhkan intensitas pemeriksaan dan penanganan yang lebih intensif lagi dalam menahan laju kerusakan yang terjadi pada masing-masing bangunan atas jembatan. Tujuannya tidak lain meminimalisir dampak terjadinya kerusakan pada elemen-elemen jembatan dan menghindari suatu kegagalan fungsional maupun strukturalnya. Metode Bridge Management System (BMS) dan Analityc Hierarchy Process (AHP) yang sering digunakan untuk pengelolaan jembatan, akan tetapi masih adanya keputusan penanganan yang masih memberikan kesan subjektif dalam penilaiannya.Penelitian ini melakukan studi komperatif yang membandingkan dan mencari pengaruh dari kriteria- kriteria AHP terhadap model penanganan BMS. Analisis penelitian menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dari software SPSS-statistics. Tes-tes ini menentukan apakah ada perbedaan yang signifikan secara statistik antar kelompok penanganan dan bagaimana persamaan empiris dalam menghasilkan suatu sistem penilaian pada program penanganan. Hasil Uji-T untuk penanganan rutin dan berkala menempatkan kriteria biaya (0,013), dampak ekonomi(0,035) dan kebijakan (0,032) mempunyai dampak signifikan dimana nilai sig. (2-tailed) nya < 0,05 maka terdapat hubungan antar kriterianya, sedangkan pada rehabilitasi dan penggantian, kriteria kondisi yang paling signifikan dengan nilai sig. (2-tailed) 0,014< 0,05. Sedangkan analisis Anova two way menunjukan nilai F hitung sebesar 2,558 dengan tingkat signifikansi (Sig.) sebesar 0,037 < 0,05. Hasil hipotesis yang menunjukan Ho atau hipotesis nol ditolak, artinya terdapat pengaruh kriteria pada AHP terhadap rekomendasi penanganan yang di pilih dari BMS. Kata Kunci: BMS, AHP, studi komperatif, kriteria penilaian, penanganan jembatan. ABSTRACT Many of the existing bridges are approaching their service life, so more intensive inspection and handling is needed to contain the rate of damage that occurs to each bridge superstructure. The aim is to minimize the impact of damage to the bridge elements and avoid a functional or structural failure. The Bridge Management System (BMS) and Analytical Hierarchy Process (AHP) methods are often used for bridge management, but there are still handling decisions that still give a subjective impression in the assessment. This study conducted a comparative study that compared and sought the effect of the AHP criteria on the BMS treatment model. The research analysis used descriptive and inferential statistics from SPSS-statistics software. These tests determine whether there are statistically significant differences between treatment groups and how empirically similar they are in producing a scoring system for treatment programmes. The results of the T-Test for routine and periodic handling place the criteria of cost (0.013), economic impact (0.035) and policy (0.032) having a significant impact where the value of sig. (2-tailed) < 0.05 then there is a relationship between the criteria, while in rehabilitation and replacement, the most significant condition criterion is sig. (2-tailed) 0.014 < 0.05. While the two-way Anova analysis shows the calculated F value of 2.558 with a significance level (Sig.) of 0.037 <0.05. The results of the hypothesis show that Ho or the null hypothesis is rejected, which means that there is an effect of the criteria on the AHP on the treatment recommendations selected from the BMS.