Jurnal Sylva Scienteae Vol. 06 No. 4 Agustus 2023 ISSN 2622-8963 (media online) 608 PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT OLEH MASYARAKAT SUKU DAYAK MAANYAN DI DESA LALAP KECAMATAN PATANGKEP TUTUI KABUPATEN BARITO TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Use of Medicinal Plant by The Dayak Maanyan Community in Lalap Village, Patangkep Tutui District, Barito East District, Province Central Kalimantan Hadi Saputra, Adi Rahmadi, dan Gusti Abdul Rahmat Thamrin Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat ABSTRACT. Research on the use of medicinal plants by the Maanyan Dayak people in Lalap village, Patangkep Tutui sub-district, East Barito district, Central Kalimantan province was observed with the aim of plants that are often used as medicine, parts of the plants used and how to use traditional medicinal plants. The research uses qualitative methods which include types and sources of research data, determining respondents, data collection (with snowball sampling technique) and data analysis. Based on the results of this study, it shows that there are 36 types of plants found in Lalap Village. The twenty types of plants are Chinese Ketapeng, Cocor Bebek, Noni, Gandaria, Brotowali, Cat's Whiskers, Weeds, Lemongrass, Lemongrass, Keramunting, Sirih, Red Betel, Sembung, Insulin, Dayak Onions, Sungkai, Ginger, Turmeric, Kencur, Bajakah. The parts used as medicine are the leaves, roots, stems, fruit, rhizomes and tubers. Of the 36 types of plants, the part most widely used is the leaves, amounting to 33.33%. Meanwhile, the part that was least utilized was the tuber portion of 3.33%. Its use in the community is also soaked, boiled, squeezed, mashed or pounded. Keywords: Medicinal plants; community; Traditional medicine ABSTRAK. Penelitian pemanfaatan tumbuhan obat oleh masyarakat suku dayak maanyan di desa Lalap kecamatan Patangkep Tutui kabupaten Barito Timur provinsi Kalimantan Tengah diamati dengan tujuan untuk tanaman yang sering digunakan sebagai obat, bagian bagian tanaman yang digunakan dan cara penggunaan tanaman obat tradisional. Penelitian menggunakan metode kualitatif yang meliputi jenis dan sumber data penelitian, penentuan responden, pengumpulan data (dengan teknik snowball sampling) dan analisis data. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 36 jenis tumbuhan yang terdapat di Desa Lalap. Dua puluh jenis tumbuhan tersebut yaitu Ketapeng Cina, Cocor Bebek, Mengkudu, Gandaria, Brotowali, Kumis Kucing, Ilalang, Sereh Wangi, Sereh, Keramunting, Sirih, Sirih Merah, Sembung, Insulin, Bawang Dayak, Sungkai, Jahe, Kunyit, Kencur, Bajakah. Bagian yang digunakan sebagai obat yaitu pada daun, akar, batang, buah, rimpang dan umbi. Dari 36 jenis tumbuhan, bagian yang paling banyak dimanfaatkan yaitu daun, sebesar 33,33%. Sedangkan bagian yang paling sedikit dimanfaatkan yaitu bagian umbi sebesar 3,33%. Penggunaannya pada masyarakat juga dengan cara direndam, direbus, diperas, dihaluskan atau ditumbuk. Kata kunci: Tumbuhan obat; Masyarakat; Obat tradisional Penulis untuk korespondensi, surel: saputrahs123@gmail.com PENDAHULUAN Indonesia merupakan Negara kepulauan yang memiliki kekayaan alam yang melimpah. Hal ini biasa dilihat dari banyaknya tanaman yang tumbuh subur di Negara ini. Tanaman- tanaman tersebut dapat digunakan sebagai bahan-bahan obat (Iriano Armalia, 2008). Sumber daya hasil hutan non kayu sering digunakan oleh masyarakat untuk keperluan makanan, minuman, serta obatobatan dan lain - lain. Salah satu hasil hutan non kayu yang sering digunakan oleh masyarakat lokal pada suatu daerah adalah tumbuhan obat (Takoy et. al., 2013). Menurut Nurani et. al. (2014), tumbuhan obat dapat menghasilkan satu atau lebih komponen aktif untuk membantu pemulihan kesehatan melalui pengobatan tradisonal serta dipercaya memiliki khasiat yang dapat mengobati penyakit tertentu. Bagian tanaman obat yang dapat menyembuhkan serta mengurangi rasa sakit yang meliputi bagian akar, batang, kulit,