Jurnal Ilmu Lingkungan (2023), 21(4): 870-880, ISSN 1829-8907 870 © 2023 Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UNDIP JURNAL ILMU LINGKUNGAN Volume xx Issue 21(4) : 870-880 ISSN 1829-8907 Etnobotani Tumbuhan Kelor (Moringa oleifera L.) di Kabupaten Pemalang Jawa Tengah Rizkiati Khasanah 1 , Jumari 2 , dan Yulita Nurchayati 2 1 Magister Biologi Universitas Diponegoro; e-mail: rizkiati98@gmail.com 2 Departemen Biologi Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro ABSTRAK Kelor merupakan tumbuhan yang mudah tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia. Kelor banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Jawa, khususnya di Kabupaten Pemalang. Tiga desa yang masyarakatnya memiliki pengetahuan menonjol dengan kondisi lingkungan yang berbeda dan memiliki pemanfaatan yang berbeda juga. yaitu Desa Bulakan dengan ketinggian tempat 919 mdpl, Desa Tanah Baya dengan ketinggian 212 mdpl dan Desa Wana Mulya dengan ketinggian 19 Mdpl. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan dan pengelolaan kelor, kondisi lingkungan dan variasi morfologi kelor pada tiga lokasi.Penelitian ini dilakukan pada september 2022 dengan melakukan wawancara dan pembagian kuisioner kepada masyarakat dengan metode Pourposive sampling. Kondisi lingkungan dilakukan dengan mengukur ph, kelembaban, termometer, ketinggian tempat, intensitas cahaya dan tipe tanah, selanjutnya dilakukan karakteristik variasi morfologi menggunakan metode surve secara langsung pada tiga lokasi penelitian dan identifikasi karakter. Hasil dari penelitian yang di dapatkan Pemanfaatan kelor pada tiga lokasi penelitian di dapatkan 6 katagori pemanfaatan. 12 sebagai obat, 2 sebagai kosmetik, 6 sebagai pangan, 10 dan 1 tumbuhan pagar. Kondisi lingkungan kelor pada tiga lokasi penelitian di dapatkan Desa Wana Mulya memiliki temperatur udara paling tingg,. Kelembaban udara paling rendah. Perbedaan kondisi lingkungan berpengaruh terhadap morfologi kelor. Daun kelor di Desa Wana Mulya memiliki ukuran lebih kecil dan lebih pendek dibandingkan daun kelor di Desa Bulakan dan Desa Tanah Baya. Kata kunci: Kelor, Kabupaten Pemalang, Moringa ABSTRACT Moringa is a plant that can be easily grown in tropical areas such as Indonesia. Moringa is widely used by Javanese people, especially in Pemalang Regency. Three villages whose people know excellent environmental conditions and have different uses. namely Bulakan Village at 919 meters above sea level, Tanah Baya Village at 212 meters above sea level, and Wana Mulya Village at 19 meters above sea level. The purpose of this study was to find out mortuary and management, environmental conditions, and morphological variations in three locations and this study was conducted in September 2022 by interviewing and distributing questionnaires to the community using Purposive sampling method. Environmental conditions were measured by measuring pH, humidity, thermometer, height, light intensity, and soil type, and then the characterization of morphological variations was determined by direct mapping at the three study sites and noted. The results of the study showed the use of moringa in 6 use categories at the three study sites. 12 for medicine, 2 for cosmetics, 6 for food, 10 and 1 for hedge. Among the environmental conditions of Moringa in the three study sites, the highest air temperature was found in Wana Mulya village. The lowest humidity. Differences in environmental conditions affect the morphology of Moringa. Moringa leaves in Wana Mulya village are smaller and shorter than Moringa leaves in Bulakan village and Tanah Baya village. Keywords: Moringa, Pemalang Regency, Moringa Oelifera Citation: Khasanah, R., Jumari., dan Nurchayati, Y. (2023). Etnobotani Tumbuhan Kelor (Moringa Oelifera L.) di Kabupaten Pemalang Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Lingkungan, 21(4), 870-880, doi:10.14710/jil.21.4.870-880 1. Pendahuluan Kelor (Moringa oleifera) merupakan tumbuhan yang mudah tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia dan berbagai kawasan tropis lainnya di dunia (Fahey, 2015). Kelor merupakan tumbuhan yang kaya akan manfaat (Paliwa, 2018). Setiap bagian dari tumbuhan tersebut dapat dimanfaatkan (Shazad et al., 2018). Akar, kulit akar, kulit batang, daun dan biji dari kelor memiliki khasiat obat. Daun kelor dapat digunakan sebagai sumber nutrisi bagi manusia dan ternak. Bunga yang belum membuka dikonsumsi sebagai sayuran maupun bahan pemembuatan teh. Buah kelor yang masih muda dapat digunakan sebagai asinan dan untuk berbagai olahan kuliner (Dhakar, 2016). Manfaat yang ada pada tumbuhan kelor protedisebabkan oleh protein, asam folat,