IAKMI Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, Volume 1, No. 3, Desember 2020 Journal Homepage : http://jurnal.iakmi.id/index.php/IJKMI ISSN 2721-9437 (Media Online) DOI: https://doi.org/10.46366/ijkmi.1.3.131-142 CAPAIAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA BERBASIS HAK: SURVEI DEMOGRAFI KESEHATAN 2017 Budi Utomo 1 , Sukma Rahayu 2, *, Robert Magnani 2 , Nohan Arum Romadlona 2 , Dewi Nuryana 2 1 Departemen Biostatistika dan Kependudukan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Depok, Indonesia 2 Knowledge Hub Kesehatan Reproduksi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Depok, Indonesia *Email: sukmarahayu47@gmail.com ABSTRAK Program Keluarga Berencana berbasis hak tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024. Pelaksanaan program KB berbasis hak dalam konteks desentralisasi menghadapi berbagai tantangan untuk mencapai konsep ideal. Penelitian ini bertujuan untuk menilai capaian program KB berbasis hak. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang celah yang harus diatasi. Penelitian ini merupakan studi potong lintang menggunakan data SDKI 2017. Populasi studi adalah 35,681 perempuan yang sudah menikah dan 26,436 perempuan potensial hamil yang ingin membatasi atau menunda kehamilan. Penelitian ini mengukur capaian program keluarga berencana berbasis hak menggunakan tiga indikator yaitu unmet need, method information index (MII) dan pemilihan metode kontrasepsi. Regresi logistik digunakan dalam analisis penelitian. Unmet need pada perempuan yang membutuhkan kontrasepsi adalah 14.2%. Peluang unmet need menurun signifikan sejalan dengan meningkatnya paritas, status pendidikan, paparan terhadap KIE media masa dan perempuan yang tinggal di Jawa-Bali. Pemilihan jenis kontrasepsi, kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan, paparan KIE media masa, status pendidikan tinggi, dan kuintil kekayaan terkaya memiliki asosiasi positif terhadap penerimaan MII. Penggunaan kontrasepsi reversibel jangka panjang memiliki asosiasi positif terhadap penerimaan MII, kepemilikan asuransi, umur, paritas dan pendidikan. Secara umum variabel paparan KIE media masa, pendidikan dan paritas memiliki pengaruh positif terhadap ketiga indikator KB berbasis hak. Peningkatan KIE masyarakat dan kapasitas penyedia layanan KB, khususnya dalam konteks konseling diperlukan untuk meningkatkan kualitas layanan dan informasi. Selain itu, variabel wilayah tempat tinggal juga memiliki pengaruh terhadap indikator unmet need. Penguatan kapasitas pemerintah daerah untuk melakukan pelatihan dan menjangkau daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan terluar (DTPK) bisa menjadi alternatif untuk menurunkan kesenjangan. Kata kunci: Keluarga Berencana Berbasis Hak, Unmet need, Method Information Index, Determinan