Dinamika Lingkungan Indonesia 87 Kondisi Fisika-Kimia Perairan Pulau Kabaena Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara Roni Wardi 1 , Musrifin Ghalib 1 , Mubarak 1 1 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau Kampus Bina Widya Panam KM 12.5 Pekanbaru, Telp. 0761-28293 Abstract: This research was conducted in December 2016 at Kabaena Island, Bombana Southeast Sulawesi which refers to data taken in August 2016. The aim the research is to provide an overview and information on the physical-chemical conditions of Kabaena waters. The method used in this study is a survey and determining the point of sampling by purposive sampling. Sampling physical-chemical parameters of waters us done at a distance of 500 meters from the beach towards the sea and the sample was measured in situ. Physical- chemical parameters were observed i.e. depth, brightness, turbidity, dissolved oxygen, salinity, acidity (pH), temperature, and flow. The results of show that physical-chemical parameters measured were 3-41 meters depth, water temperature ranged from 27 o C – 32 o C, salinity obtained in waters between 31‰ - 34‰, brightness values waters between 3 meters to 13 meters, the value of the degree of acidity 8, 24, dissolved oxygen concentration from 3.81 to 4.43 mg/l or 5.44 to 6.33 mg/l, turbidity levels are high at 0.97 NTU, and the velocity of 0.04 m/sec to 0, 62 m/sec with an average value of 0.19 m/sec. 3.2. Based on the research results physical-chemical parameters of the waters of Kabaena by comparison with Kepmen LH 2004, the condition of physical-chemical parameters of waters Kabaena still quite good to support the continuity of the life of the organism. Key words: Kabaena, Physical-Chemical Water Conditions Perairan di kawasan Sulawesi Tenggara yang meliputi Laut Flores, Pulau Kabaena, Pulau Muna dan Pulau Buton merupakan kawasan yang sangat potensial perairannya, terutama ketersediaan sumberdaya alamnya baik di kawasan pesisir dan perairan lautnya. Sumberdaya alam laut dan pesisirnya ini mencakup antara lain: bahan-bahan mineral pertambangan, perikanan, hutan mangrove, terumbu karang, lamun dan rumput laut. Pulau Kabaena atau Tokotua adalah salah satu pulau di wilayah Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara. Pulau dengan luas daratan sekitar 873 km² terdiri dari 6 kecamatan, yaitu Kecamatan Kabaena, Kabaena Barat, Kabaena Timur, Kabaena Selatan, Kabaena Utara, dan Kecamatan Kabaena Tengah. Pulau ini identik dengan panorama alam pegunungan dan perbukitan dengan puncak gunung tertinggi yaitu gunung Sabampolulo (Badan Pusat Statistik Bombana, 2016). Pulau Kabaena memiliki potensi pertambangan seluas ± 35.606 hektar Nikel dan ± 2400 hektar Batu kromit. Salah satu faktor penyebab perubahan kondisi fisika-kimia di Kawasan Perairan Pulau Kabaena adalah aktifitas pertambangan. Karakteristik perairan baik dari segi fisika maupun kimia dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah faktor eksternal. Pengaruh eksternal berasal dari laut lepas yang mengelilinginya antara lain arus, pasang surut, gelombang, suhu, dan salinitas. Penurunan kualitas air dapat terjadi akibat adanya perubahan parameter kualitas air, yang mana disebabkan oleh aktivitas industri, pertanian, dan limbah domestik pemukiman penduduk. Ketiga komponen tersebut saling berinteraksi, jika terjadi perubahan pada salah satu komponen maka akan berpengaruh pula terhadap komponen yang lainnya (Basmi, 2000). Dalam perkembangannya saat ini tingkat pertambangan yang terjadi di Pulau Kabaena Dinamika Lingkungan Indonesia, Januari 2017, p 29-38 ISSN 2356-2226 Volume 4, Nomor 1