SCIENTIA VOL. 5 NO. 2, AGUSTUS 2015 ISSN : 2087-5045 108 PERBANDINGAN PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL Defatting DAN EKSTRAK ETANOL DAUN BENALU KOPI Scurrula ferruginea (Jack) DANSER TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT PUTIH JANTAN Dwisari Dillasamola, Surya Dharma dan Nurul Qalbi Al Khaira Fak. Farmasi Universitas Andalas Email : dwisaridilla@gmail.com ABSTRACT Studies on the hypoglycemic activity of defatting ethanolic extract and ethanolic extractof dried leaves ofScurrula Ferruginiain male albino mice has been done. The aim of use two types of extracts was to compare its effectson decrease blood glucose level. A total of 35 male albino mice age of 2-3 months old were used in this study. The mices were divided into 7 treatment groups, consisted of 1 control group (Na cmc 0.5%); 3 groups of deffating ethanolic extract each at dose of 2 mg/20g, 4 mg/20g and 8 mg/20g; and 3 groups ethanolic extract each at dose of 2 mg/20gBB, 4 mg/20gBB, and 8 mg/20gBB. The treatment was conducted for 21 days. Blood glucose levels of mice were analysed at 7,14 and 21 days following treatment. The results of the study showed that most significant decrease of blood glucose levels was seen in the group treated with ethanolic extract t dose of4 mg/20g( p < 0,05). The ethanolic extract showed effective result in lowering the blood glucose levels compared to deffatting ethanolic extract. Keywords: Blood glucose level, Scurrula Ferruginea, ethanolic extract, ethanolic defattingextract PENDAHULUAN Scurrula ferruginea (Jack) Danser (Loranthaceae) atau yang lebih dikenal dengan nama benalu kopi merupakan salah satu tumbuhan yang digunakan dalam pengobatan tradisional. Bagian tanaman benalu kopi yang dimanfaatkan sebagai obat adalah daunnya. Berdasarkan penelitian farmakologi sebelumnya benalu kopi berkhasiat untuk pengobatan kanker atau sitotoksik (Davehat,et al, 2002) dan vasorelaksan (Ameer, et al, 2009). Secara tradisional benalu digunakan juga oleh masyarakat sebagai obat batuk, amandel, campak, diabetes dan kanker (Pitojo, 1996). Benalu kopi mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder. Metabolit sekunder tersebut antara lain asam lemak: asam oleat, asam linoleat, asam linolenat, asam oktadeka-8-10-dinoat, asam (Z)-oktade-12- ena-8-10-dioat dan asam oktadeka-8-10-12- trinoat; kuersitrin, kuersetin, rutin, ikarisid B2, avikulin, (+)-katekin, (-)-epikatekin, (-)- epikatekin3-O-galat dan (-) epigalokatekin-3- O-galat (BPOM RI, 2010). Metabolit sekunder yang berkhasiat menurunkan kadar glukosa darah adalah golongan flavonoid (Abdulrahman, 2013). Kandungan flavonoid pada benalu kopi dapat dioptimalkan dalam proses ekstraksi dengan melakukan defatting. Defatting merupakan proses ekstraksi menggunakan pelarut non polar yang bertujuan untuk mengekstrak metabolit sekunder yang larut didalam pelarut non polar untuk menghilangkan kandungan asam-asam lemak dalam daun benalu kopi. Ekstraksi sampel dengan metoda defatting menggunakan pelarut n-heksan kemudian dilanjutkan dengan ekstraksi dengan etanol (Wianowska, et al., 2014). Dengan proses defatting kandungan metabolit sekunder dalam bentuk asam-asam lemak akan berkurang sehingga diharapkan aktivitas farmakologi ekstrak daun benalu kopi dalam menurunkan kadar glukosa darah lebih baik. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian meliputi khasiat menurunkan kadar glukosa darah dari ekstrak etanol dan esktrak etanol defatting dari tumbuhan benalu kopi.