JURNAL INOVTEK POLBENG, VOL. 13, NO. 1, JUNI 2023 ISSN 2088-6225 E-ISSN 2580-2798 10 ANALISIS PENGARUH SAIL dan RIGGING TERHADAP STABILITAS KAPAL LAYAR Jangka Rulianto 1 , Anggra Fiveriati 1 , Erlina Kusumawati 1 1 Politeknik Negeri Banyuwangi, Jurusan Teknik Mesin Jalan Raya Jember No.KM13, Kawang, Labanasem, Kec. Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68461 Email:Jangka.rulianto@poliwangi.ac.id Abstrak Kapal layar merupakan jenis kapal dengan penggerak utama berupa layar yang memanfaatkan hembusan angin untuk menghasilkan gaya dorong sehingga mampu melaju sesuai dengan kecepatan yang diinginkan. Meskipun jenis penggerak layar sudah ditemukan sejak dahulu kala, namun penelitian tentang layar serta pengaruhnya terhadap kapal layar sangat jarang sekali dilakukan. Pada umumnya penelitian hanya berfokus pada perhitungan luasan layar agar kapal layar mampu melaju sesuai dengan kecepatan yang diinginkan tanpa mempertimbangkan hal lain yang mungkin terjadi pada kapal layar apabila layar digunakan. Oleh karena itu maka peneliti bermaksud meneliti analisa gaya pada layar dengan variasi sail and ringing serta pengaruhnya terhadap stabilitas kapal layar. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dengan mempertimbangkan kondisi angina pada daerah pesisir Banyuwangi, maka didapatkan hasil analisa data sebagai berikut diantaranya adalah ukuran utama sailboat yang sesuai adalah memiliki panjang 5 meter, lebar 2meter dan tinggi 1meter serta kedalaman sarat air sebesar 0,5 meter. Kondisi arah angin yang terbaik adalah pada saat berada pada 180 0 atau bertiup dibelakang kapal layar. Kecepatan angin yang optimum bisa digunakan adalah 30 Knot atau 15 m/s.Serta heeling degree maksimum yang bisa ditoleril sebelum kapal layar terbalik adalah sebesar 25 arah port side maupun starboard. Kata Kunci: Desain, Kapal layar, Layar, Tiang, Stabilitas Abstract Sailing ship is a type of ship with the main propulsion in the form of a sail that utilizes wind gusts to generate thrust so that it can go according to the desired speed. Although the type of sail propulsion has been discovered a long time ago, research on sails and their effects on sailing ships is very rarely carried out. In general, research only focuses on calculating the area of sails so that sailing ships can go at the desired speed without considering other things that might happen to sailing ships when sails are used. Therefore, the researcher intends to examine the analysis of the force on the sail with sail and ringing variations and their effect on the stability of the sailing ship. Based on the results of the research conducted, taking into account the wind conditions in the Banyuwangi coastal area, the results of the data analysis are as follows, including the main size of the appropriate sailboat, which is 5 meters long, 2 meters wide and 1 meter high and a draft depth of 0.5 meters. The best wind direction conditions are when it is at 180° or blowing behind a sailing ship. The optimum wind speed that can be used is 30 Knots or 15 m/s. And the maximum heeling degree that can be tolerated before the sailing ship capsizes is 25 towards the port side or starboard. Keywords : Design, Sailing Ship, Mast, Stability, Sail 1. PENDAHULUAN Kapal layar merupakan armada laut yang dibangun dengan tujuan mengangkut manusia atau barang dari suatu tempat ke tempat lainnya. Pada saat ini kapal layar sudah banyak menggunakan mesin sebagai daya penggeraknya berbeda dengan zaman dahulu yang masih menggunakan layar dengan tenaga angin sebagai tenaga pendorong kapal layar. Namun pada perkembangan era globalisasi saat ini berdampak pada kebutuhan konsumsi energi yang semakin meningkat, contohnya penggunaan bahan bakar untuk mesin pendorong kapal layar. Maka untuk menyiasati hal tersebut tidak banyak yang menggunakan kembali layar sebagai propulsi utama atau propulsi pembantu motor untuk mendorong kapal layar. Kapal layar menggunakan layar ada yang dijadikan sebagai kapal layar wisata maupun kapal layar nelayan, yang layarnya berfungsi ataupun hanya sebagai estetika saja. Umumnya kapal layar berlayar akan selalu berhadapan dengan cuaca yang selalu berubah-ubah, kadang buruk dan kadang baik. Diharapkan dalam keadaan apapun kapal layar tetap survive (tetap dapat beroperasi)