PROSIDING TPT XXVIII PERHAPI 2019 697 TEKNOLOGI LUMPUR AKTIF DALAM PENGOLAHAN AIR LIMBAH PEMUKIMAN KARYAWAN DAN PERKANTORAN PT KALTIM PRIMA COAL Kris Pranoto 1 , Widia Rahmawati Pahilda 2 , Muhammad Sonny Abfertiawan 3 , Apridawati Elistyandari 1 , Andi Sutikno 1 1) Environmental Department, Kaltim Prima Coal, 2) PT. Ganeca Environmental Services, Indonesia, 3) Kelompok Keahlian Rekayasa Air dan Limbah Cair, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, ITB ABSTRAK Di Indonesia, operasional penambangan batubara umumnya melibatkan tenaga kerja dengan jumlah yang besar. Kondisi ini memberikan tantangan tersendiri dalam pengelolaan dampak lingkungan yang berpotensi timbul dari aktivitas manusia. Salah satu potensi tersebut yakni air limbah domestik. Air limbah domestik merupakan air limbah yang berasal dari aktivitas hidup sehari-hari manusia yang berhubungan dengan pemakaian air. Di area operasional pertambangan, air limbah domestik dapat timbul dari area pemukiman karyawan dan perkantoran. Karena potensi dampaknya terhadap lingkungan, air limbah domestik harus diolah sebelum dialirkan ke badan air penerima. Sejak tahun 1990an, diawal operasi penambangan, Kaltim Prima Coal (KPC) telah membangun dan mengoperasiokan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD) untuk mengolah air limbah domestik yang bersumber dari pemukiman karyawan dan perkantoran. Terdapat 12 IPALD dengan teknologi lumpur aktif yang beroperasi di area KPC. Lumpur aktif merupakan salah satu teknologi pengolahan air limbah domestik dengan memanfaatkan peran bakteri aerob untuk mendegradasi material organik yang terkandung didalam air limbah domestik. Makalah ini disajikan untuk mendeskripsikan performa teknologi lumpur aktif yang digunakan dalam IPALD KPC dan tantangan yang dihadapi dalam pengoperasiannya. Salah satu tantangan yang dihadapi yakni pemenuhan baku mutu yang tertuang dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P. 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik. Baku mutu terbaru mengatur konsentrasi efluen IPALD lebih ketat dari sebelumnya dan terdapat paramater baru, diantaranya amoniak yang memerlukan perhatian dalam pengoperasian IPALD. Kata kunci: air limbah domestik, lumpur aktif, ipald ABSTRACT In Indonesia, coal mining operations generally involve a huge number of workers. This condition causes its own challenges in managing environmental impacts that potentially generated from human activities. One of them is domestic wastewater. Domestic waste water is waste water that comes from activities of daily living of humans related to water usage. In mining operations, domestic wastewater is generated from office and residential areas. Because of the potential impact on the environment, domestic wastewater must be treated before flowing to natural water bodies. Since the beginning of mining operations in 1990s, PT Kaltim Prima Coal has been building and operating Domestic Wastewater Treatment Plant (IPALD) to treat domestic wastewater resulting from offices and residential areas. There are 12 IPALDs with activated sludge technology operating in the KPC area. Active sludge is one of the domestic wastewater treatment technologies by utilizing the role of aerobic bacteria to degrade organic material contained in domestic wastewater. This paper is presented to