JURNAL ARSITEKTUR LANSEKAP ISSN: 2442-5508 VOL. 8, NO. 2, OKTOBER 2022 http://ojs.unud.ac.id/index.php/lanskap JURNAL ARSITEKTUR LANSEKAP | 71 Evaluasi Jenis dan Penataan Tanaman Median Jalan Sunset Road, Kuta untuk Keselamatan Pengendara Adelia Apriani 1 , Anak Agung Keswari Krisnandika 1* , I Made Sukewijaya 2 1. Prodi Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana, Jl. P.B. Sudirman, Denpasar, Indonesia 2. Prodi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana, Jl. P.B. Sudirman, Denpasar, Indonesia *E-mail: agung_keswari@unud.ac.id Abstract Plant Species and Arrangements Evaluation for Drivers Safety on Median Strip of Sunset Road, Kuta, Bali. The selection of types and arrangement of plants that do not pay attention to the physical properties and design of plants is a problem found in the median of Sunset Road, Kuta. This study aims to evaluate the type and arrangement of plants on the median of Sunset Road with a length of 1,561 m which is divided into 7 segments based on road characteristics and driver safety criteria. The survey method with a quantitativedescriptive analysis approach and data collection techniques in the form of observation, interviews and literature study were used in this study. The results of the evaluation showed that 12.5% of plant species were categorized as unsuitable and potentially dangerous to motorists, 50% were suitable and 37.5% were very suitable to be planted on the Sunset Road median. Plants in the median of the road should have more than 1 function, based on each function, 93.8% of plants on Sunset Road have a directing function, 62.5% have a function as a vehicle light blocking, 56.5% have a separator function and 18.8% of plants have a safety function. Completeness of plant composition in terms of leaf texture, height and color in each segment ranged from 56-89%. In addition, improper arrangement was also found in several segments, especially segments 2- 5. It can be concluded that there is a mismatch of species and plant arrangement in the median of Sunset Road in terms of the driver safety criteria used in this study. Keywords: design principle, landscape road, motorcyclist, plant composition 1. Pendahuluan Menurut Peraturan Pemerintah No. 34 Tahun 2006 Sunset Road, Kuta merupakan sistem jaringan jalan arteri sekunder yang berfungsi sebagai jalan penghubung antar wilayah perkotaan. Jalan ini membutuhkan banyak perhatian khusus karena tergolong jalur cepat yang terdiri dari 6 belokan dan 2 persimpangan jalan. Jalan Sunset Road, Kuta memiliki jalur median dimana menurut Carpenter et al. (1975) median jalan digunakan sebagai pemisah fisik jalur lalu lintas dan dapat ditanami tanaman untuk menunjang fungsinya. Median jalan Sunset Road, Kuta memiliki lebar 1,5-25 m sedangkan menurut Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga (2012), median jalan yang dapat ditanami vegetasi memiliki lebar minimal 0,8 m dimana idealnya 4-6 m. Artinya lebar median jalan sudah memenuhi syarat minimum untuk ditanami vegetasi yaitu 0,8 m, namun belum masuk ke dalam lebar median yang ideal (4 – 6 m). Tanaman yang ditanam dan ditata pada median tidak hanya untuk estetika, tetapi juga memiliki nilai fungsional, salah satunya untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas (Agus et al., 2015). Oleh karena itu, pemilihan dan penataan tanaman pada median jalan harus sesuai dengan kriteria fisik dan ekologi tanaman. Permasalahan yang ada di lokasi ini adalah pemilihan jenis tanaman yang habitusnya tidak sesuai untuk ditanam pada median jalan dengan lebar kurang dari 1,5 m. Misalnya penanaman palem raja (Roystonea regia) yang terlalu tinggi, akarnya dangkal, pelepah dan buahnya terlalu menjuntai ke bawah sehingga bisa membahayakan pengguna jalan. Ini melanggar peraturan pemerintah bahwa hanya semak dan tanaman berbunga yang boleh ditanam di median area kurang dari 1,5 m (Direktorat Jenderal Penataan Ruang 2008). Contoh lain adalah penanaman tanaman zigzag (Euphorbia tithymaloides) tidak boleh ditanam di median jalan karena getahnya mengandung racun. Pada beberapa sisi median jalan ditanami perdu yang tidak beraturan sehingga mengurangi fungsi tanaman dalam mereduksi lampu kendaraan dari arah berlawanan pada malam hari dan mengurangi nilai estetika. Ada juga semak tinggi yang menghalangi pandangan pengemudi, terutama