JSNu : Journal of Science Nusantara Vol.2, No.1, Maret 2022, pp. 38~43 38 History of article: Received: Februari, 2022 : Accepted: Maret, 2022 Efek Suplementasi Tepung Semangka terhadap Kualitas Interior Telur Ayam Kampung Effect of Watermelon Flour Supplementation on Interior Quality of Native Chicken Eggs Syafina Syafi’ina 1 , Nining Haryuni* 2 , Anna Lidyawati 2 dan Lestariningsih 2 1 Mahasiswa Program Studi Peternakan, Fakultas Ilmu Eksakta, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar 2 Dosen Program Studi Peternakan, Fakultas Ilmu Eksakta, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Correspondence author email: niningharyuni@gmail.com Abstrak Penelitian dilakukan dengan tujuan mengetahui efek suplementasi tepung biji semangka terhadap kualitas interior telur ayam kampung. Penelitian biologis ini dilakukan dengan menggunakan (RAL) Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan dosis suplementasi sebanyak 4 (0; 0,50; 0,75 dan 1,00%) dan ulangan sebanyak 5 kali ulangan dimana untuk setiap perlakuan menggunakan 5 ekor ayam. Analisis statistik menunjukkan bahwa suplementasi tepung biji semangka sangat nyata (p<0,01) memberikan pengaruh terhadap IKT dan tinggi putih telur tetapi tidak nyata (p>0,05) pengaruhnya terhadap indeks telur. Rata-rata indeks telur dalam penelitian ini adalah 77,19- 80,31; IKT 0,35-0,45 dan tinggi putih telur 6.43-8,20mm. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa suplementasi tepung biji semangka dapat meningkatkan kualitas interior telur ayam kampung. Dosis suplementasi yang terbaik pada 1,00%. Katakunci: suplementasi, tepung biji semangka, telur ayam, ayam kampung Abstract This study was conducted with the aim of knowing the effect of watermelon seed flour supplementation on the interior quality of native chicken eggs. This biological research was carried out using a completely randomized design (CRD) with 4 treatment doses of supplementation (0; 0.50; 0.75 and 1.00%) and 5 repetitions for each treatment using 5 chickens. Statistical analysis showed that watermelon seed flour supplementation was very significant (p<0.01) had an effect on egg yolk index and egg white height but not significant (p>0.05) had an effect on egg index.The average egg index in this study was 77.19 - 80.31; IKT 0.35-0.45 and egg white height 6.43-8.20mm. This study concluded that watermelon seed flour supplementation could improve the interior quality of free-range chicken eggs. The best supplementation dose was at 1.00%. Keyword: supplementation, watermelon seed flour, chicken eggs, native chicken PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara dengan keunggulan adanya keberagaman genetik ayam sehingga Indonesia menjadi pusat keberagaman genetik ayam lokal tingkat dunia [1]. Indonesia meempunyai keberagaman unggas lokal yang tersebar diberbagai daerah dengan keunggulan dan karakteristik yang berbeda [2]. Unggas lokal yang banyak dikembangkan di Indonesia untuk mencukupi kebutuhan daging dan telur adalah ayam kampung atau biasa juga disebut dengan istilah ayam bukan ras (buras) [3], [4]. Latar belakang terbentuknya ayam kampung yang sekarang terdapat di berbagai daerah yang ada di Indonesia adalah dari ayam jenis Gallus gallus (ayam hutan merah) yang di domestikasi. Ayam kampung dikelompokkan menjadi beberapa kelompok diantaranya adalah ayam kampung dengan tujuan penghasil daging (ayam gaok, ayam pelung, ayam nagrak dan ayam sedayu), ayam kampung dengan tujuan menghasilkan telur (ayam kedu, ayam wareng, ayam nunukan dan ayam merawang) dan ayam kampung dengan tujuan petelur sekaligus sebagai pedaging (dual purpose) seperti ayam bangkalan, ayam sentul dan ayam olangan [2]. Ayam kampung banyak diminati baik daging maupun telurnya sebab pemeliharaan ayam kampung pada umunya secara tradisional tanpa penggunaan antibiotik [5]. Jumlah populasi ayam kampung belum sebanyak seperti ayam ras dengan berbagai macam alasan baik karena ketersediaan jumlah bibit yang masih jarang ataupun produksi yang tidak maksimal. Keberhasilan usaha peternakan dapat dinilai dari faktor produktifitas dan keuntungan. Komponen dari biaya produksi yang paling banyak dikeluarkan oleh peternak adalah biaya untuk pembelian pakan. Kurang lebih sekitar 70-80% komponen biaya produksi untuk usaha peternakan berasal dari pakan [6]. Kulitas nutrisi pakan erat kaitannya dengan