FILSAFAT BAHASA BIASA LUDWIG WITTGENSTEIN: ANALISIS MAKNA PERIBAHASA “BANYAK JALAN MENUJU ROMA” Tasya Oktaviana 1] , Vera Sardila 2] Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Islam Negeri Sultan Syarif kasim Riau E-mail: tasyaoktaviana855@gmail.com Abstrak Konsep filsafat bahasa biasa yang dikemukakan oleh Wittgenstein adalah bahwa bahasa memiliki banyak struktur yang masuk akal dan bersifat kompleks dalam penggunaannya di kehidupan manusia. Flsafat bahasa biasa menekankan proses penggunaan istilah untuk dapat mengandung atau mengungkapkan sebuah makna. Peribahasa adalah sekelompok kata atau frasa yang mempunyai arti tertentu atau mengungkapkan suatu tindakan yang berfungsi sebagai penyampaian pesan yang sarat makna. Seperti halnya peribahasa “Banyak Jalan Menuju Roma” mengandung arti, terdapat beragam cara atau jalan yang dapat ditempuh untuk mencapai suatu tujuan. Wittgenstein menekankan pentingnya konteks dan penggunaan praktis dari peribahasa tersebut. Arti dan makna peribahasa "banyak jalan menuju Roma" akan bergantung pada bagaimana orang menggunakan peribahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Makna peribahasa ini dapat berupa keberagaman pendekatan, makna fleksibelitas, dan makna sebagai peringatan. Kata Kunci: Filsafat bahasa biasa, Peribahasa, Banyak jalan menuju Roma PENDAHULUAN Bahasa adalah kemampuan yang dimiliki manusia untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya dengan menggunakan tanda, kata ataupun gerakan. Menurut KBBI, bahasa adalah sistem lambang bunyi arbitrer yang digunakan masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi dan mengidentifikasi diri. (Anugrah Dwi: 2023).