Media Ilmu Kesehatan Vol. 5, No. 3, Desember 2016 PENERIMAAN ORANGTUA TERHADAP ANAK DENGAN AUTISME DI PUSAT LAYANAN AUTIS (PLA) DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Deby Zulkarnain Rahadian Syah 1 , Puji Sutarjo 2 , Inna Riescananda 1 1 Stikes Jenderal Achmad Yani Yogyakarta, Jalan Ringroad Barat, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Email: deby.ayani14@gmail.com 2 Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta ABSTRACT Background: Autism is a developmental disorder in children that affects their social and imaginative lifes. Parents’ acceptance on their children’s autism will have impact on how they treat their children. Objective: The aim of this study was to determine the parental acceptance of children with autism in the Autism Services Center (ASC), Yogyakarta. Methods: This study was a qualitative research with a phenomenological approach. The data collection was conducted by in-depth interviews with three informans. Results: All the informants accepted their children’s conditions, after getting information about autism. Acceptance of parents indicated their satisfaction with the children’s talent. Parents provide facilities to support the children’s talents. In addition, the acceptance of parents indicated by the acceptance of the cildren’s limitations. Conclusion: Participants accepted their children’s conditions, talents and limitations. Keywords: Autism, Parental Acceptance. PENDAHULUAN Autisme adalah gangguan perkembangan pada masa kanak-kanak dengan manifestasi interaksi sosial dan imajinatif yang rusak. (1) Autisme disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor genetik, pendarahan pada awal kehamilan, obat-obatan yang dikonsumsi pada masa kehamilan, gangguan pernapasan, anemia, infeksi yang mengakibatkan fungsi sel otak terganggu, keracunan logam berat, autoimun. (2) Anak dengan autisme biasanya melakukan gerakan berulang-ulang (stereotipik) tanpa tujuan, membenturkan kepala dengan letupan emosi, tidak mampu melakukan kontak mata, dan jika mampu melakukan kontak mata akan disertai dengan sikap agresif dan letupan emosi. (3) World Health Organization (WHO) (2013) menyatakan bahwa prevalensi penderita autisme di dunia sebanyak 1 dari 160 orang, terhitung lebih dari 7,6 juta jiwa yang hidup dengan autisme. (4) Sementara prevalensi autis di Yogyakarta sebanyak 12 tiap 10.000 anak. (5) Orangtua yang kurang menerima kehadiran anaknya karena hal tertentu akan memengaruhi cara orangtua memperlakukan anaknya. (6) Orangtua yang menerima biasanya digambarkan sebagai orangtua yang penyayang dan penuh kehangatan, selain itu juga menerima keadaan anaknya dan dirinya sendiri sehingga menjadi lebih bijak dan mampu menjalani hidup yang lebih realistik. (7) Berdasar data dari Dikpora DIY (2015), Indonesia memiliki 34 Pusat Layanan Autis 206