11 PENYELENGGARAAN MAKANAN DAN KEPUASAN KONSUMEN DI KANTIN LANTAI 2 RUMAH SAKIT UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA Mustika Putri Kustiyoasih 1 , Merryana Adriani 2 , Triska Susila Nindya 2 1 Program Studi S1 Ilmu Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Surabaya 2 Departemen Gizi Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Surabaya Email: mustikaputri.k01@gmail.com ABSTRAK Penyelenggaraan makanan berorientasi pada kepuasan konsumen dengan beberapa indikator yaitu cita rasa, penampilan, besar porsi, ketepatan waktu, dan kebersihan. Salah satu contoh penyelenggaraan makanan yaitu kantin di Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya yang menyediakan makanan untuk karyawan, pengunjung, dan keluarga pasien sehingga memerlukan perhatian khusus agar konsumen merasa puas. Kantin yang tidak dikelola dengan baik dapat memberikan dampak negatif seperti keracunan makanan. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Penarikan sampel berupa systematic random sampling dengan jumlah sampel 50 responden. Jumlah responden yang menyatakan puas adalah 29 responden (58%), sedangkan yang menyatakan tidak puas adalah 21 responden (42%). Responden menyatakan puas pada beberapa indikator kepuasan antara lain indikator cita rasa, penampilan makanan, besar porsi, dan ketepatan waktu, namun responden tidak puas pada indikator kebersihan pada kantin. Disimpulkan bahwa kebersihan kantin yang terjaga dapat berpengaruh terhadap kepuasan konsumen, sehingga indikator kebersihan tersebut perlu ditingkatkan agar pengunjung lebih nyaman dan aman untuk membeli. Kata kunci: kepuasan konsumen, penyelenggaraan makanan ABSTRACT Food service implementation is oriented towards customer satisfaction that assessed by several indicators, namely the taste, appearance, portion size, punctuality, and cleanliness. One example of the food service implementation is canteen in Airlangga University Hospital which provide food for employees, visitors, and patient’s families that require special attention so that consumers feel satisfied. Canteen that is not properly managed can resulting a negative impact such as food poisoning. This study was done descriptively using cross sectional design. Sample was taken using systematic random sampling with a sample size of 50 respondents. The number of respondent who said they were satisfied is 29 respondents (58%), while those who are not satisfied is 21 respondents (42%). Respondents expressed satisfaction at some satisfaction indicators, among other indicators for example: taste, appearance of food, portion size, and punctuality, but respondents were not satisfied with the cleanliness of the cafeteria. It was concluded that the cleanliness of the cafeteria could affects customer satisfaction, that the hygiene indicators need to be improved so that visitors feel more comfortable and safe to buy the food. Keywords: consumer satisfaction, food service PENDAHULUAN Industri jasa makanan yang semakin meningkat menyebabkan banyaknya persaingan untuk dapat memenuhi kebutuhan dan kepuasan konsumen. Faktor yang memengaruhi kepuasan konsumen salah satunya adalah kualitas dari produk atau mutu hidangannya. Kasus ketidakpuasan konsumen semakin banyak sehingga perlu adanya undang- undang untuk mengatur tentang perlindungan konsumen. Penyelenggaraan makanan terdiri dari beberapa komponen yaitu pembelian bahan makanan, penyimpanan bahan makanan, pengolahan makanan, penyajian makanan dan higiene sanitasi. Seluruh komponen tersebut secara tidak langsung berpengaruh terhadap indikator kepuasan konsumen. Indikator tersebut adalah cita rasa, penampilan, besar porsi, ketepatan waktu dan kebersihan. Penyelenggaraan makanan memiliki tujuan agar konsumen merasa puas.