JISIP, Vol. 2 No. 1 ISSN 2598-9944 Maret 2018 Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan 329 Pengaruh Multimedia Interaktif Terhadap Keterampilan Generik Sains Dan Pemahaman Konsep Elektrokimia Siswa Khaeruman, Ratna Azizah, Siti Nurhidayati 1,2 Program Studi Pendidikan Kimia, 3 Pendidikan Biologi FPMIPA IKIP Mataram Email: Khaeruman@ikipmataram.ac.id Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh multimedia terhadap keterampilan generic sains dan pemahaman konsep elektrokimia siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi experimental dengan model pretest posttest control group design. Subjek penelitian ini berjumlah 60 siswa yang terbagi ke dalam 2 kelas yaitu kelompok eksperimen dibelajarkan menggunakan multimedia interaktif, dan kelompok kotrol dibelajarkan dengan metode tanyajawab dan diskusi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian lembar observasi keterampilan proses sains, dan soal pilihan ganda beralasan untuk instrumen pemahaman konsep. Data dianalisis dengan metode analisis deskriptif untuk keterampilan proses sains dan analisis statistik inferensial. Hasil menunjukkan bahwa untuk keterampilan proses sains dengan nilai rata-rata kelas eksperimen 1 sebesar 69, kelas eksperimen 2 sebesar 60 dalam kategori tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol sebesar 58. Sedangkan untuk pemahaman konsep menggunakan uji anova satu jalur sebesar 0.892 lebih besar daripada nilai (α = 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan multimedia interaktif berpengaruh terhadap keterampilan generik sains siswa. Kata kunci: Multimedia Interaktif, Keterampilan Proses Sains, Pemahaman Konsep. PENDAHULUAN Proses belajar kimia dapat dilakukan melalui observasi, eksperimentasi dan analisis rasional sehingga dihasilkan fakta dan konsep (Khaeruman, 2018) Pembelajaran kimia yang banyak mengkaji level mikroskopik suatu materi sangat membutuhkan model, pendekatan, teknik dan program yang tepat. Impelementasi teknologi komputasi sangat dibutuhkan dalam menggambarkan fenomena partikel kimia dalam reaksinya. Bingimlas. K.A, (2009) menyatakan aplikasi ICT dalam pembelajaran sangat dibutuhkan dalam menumbuhkan motivasi dan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Lee dan Osman (2012) menyatakan ilmu kimia merupakan topik yang sulit dipahami karena bersifat abstrak. Penyajian sifat kimia konkrit seperti perubahan sifat materi menarik dan cukup mudah dilakukan, tetapi penjelasan proses terjadinya perubahan kimia tersebut yang berkaitan dengan partikel materi (aspek mikroskopis) dan penggunaan simbol cukup sulit. Partikel materi sangat kecil (tidak kasat mata) dianggap abstrak. Sementara simbol- simbol kimia juga abstrak. Perkembangan pemodelan partikel materi dan dinamikanya sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman gejala kimia (Khaeruman, 2018). Hasil penelitian menunjukkan bahwa simulasi dan animasi menggunakan teknologi informasi dapat membantu siswa dalam memvisualisasi topik kimia yang abstrak. Donlly (2013) menemukan bahwa studi kasus berbasis program komputer dapat meningkatkan capaian kompetensi belajar kimia dan kemampuan membuat gambar untuk mengembangkan kemampuan menghubungkan konsep tekstual dengan gambar visual. Kimia dasar yang berisi materi dasar sangat membutuhkan media dan model pembelajaran yang tepat untuk menanamkan konsep secara lebih konferhenship. Media dibutuhkan dalam menggambarkan grafik, struktur, pergerakan elektron dalam mekanisme reaksi sehingga level makroskopis, mikroskopis dan simboliknya menyatu dalam satu proses pembelajaran. Terpisahnya level ini dalam pembelajaran kimia berinfilikasi pada keterampilan dasar siswa dalam proses belajarnya, seperti yang di temukan oleh Taufik dan Wiyono, (2010), Zakiyah, H., at.all. (2014) yang menyatakan masih rendahnya keterampilan generik sains pada indikator pengamatan tidak langsung, inferensia logika, bahasa simbolik dan kerangka logika taat azas. Media terkini yang sangat dibutuhkan