MENARA Ilmu Vol. XIV No.02 April 2020 ISSN 1693-2617 LPPM UMSB E-ISSN 2528-7613 39 PENGARUH STORE ATMOSPHERE, CONSUMER INNOVATIVENESS, DAN BRAND IMAGE TERHADAP CONSUMER REPURCHASE INTENTION PADA MCDONALD’S AHMAD YANI PADANG Eko Fikriando 1) , Syafrizal 2) 1) Program Studi Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Andalas ekofikriando87@gmail.com 2) Program Studi Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Andalas ajosyafrizal@gmail.com Abstract :This research was conducted to study the factors that influence the influence of brand image store atmosphere and consumer innovation on consumer repurchase intentions on Ahmad Yani McDonald's. The independent variables in this study are store atmosphere, brand image, and consumer innovation, while consumer repurchase intentions are used as the dependent variable. The sampling technique was done by purposive sampling so that 170 respondents were obtained as research samples. The data analysis technique used in this study is multiple linear regression, where the results obtained are store atmosphere, brand image and consumer innovation have a significant influence and positive value. Keywords :hedging, instrument derivatives, financial distress, liquidity ratio, size Abstrak : Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengaruh store atmosphere brand image dan consumer innovativeness terhadap consumer repurchase intention pada mcdonald’s ahmad yani padang. Variabel independen pada penelitian ini diantaranya store atmosphere, brand image, dan consumer innovativeness, sedangkan consumer repurchase intention dijadikan sebagai variabel dependen. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling sehingga didapatkan 170 responden yang dijadikan sebagai sampel penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda, dimana hasil yang diperoleh yaitu store atmospehere, brand image dan consumer innovativeness memiliki pengaruh yang signifikan serta bernilai positif. Kata Kunci :store atmosphere, brand image, consumer innovativeness, consumer repurchase intention A. PENDAHULUAN Bisnis food & beverage memiliki potensi yang sangat menjanjikan. Dengan jumlah penduduk pada tahun 2019 mencapai 267 juta jiwa yang tentunya setiap hari membutuhkan makan dan minum ini maka Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial bagi bisnis makanan dan minuman. (BPS, 2019) Berbagai macam jenis makanan tradisional dari semua daerah di Indonesia memiliki rasa dan daya tarik tersendiri bagi penggemarnya baik didalam negeri maupun diluar negeri. jenis kuliner asli Indonesia mendaptkan persaingan yag ketat dari industri kuliner asal Amerika Serikat atau lebih sering dikenal dengan Fast food/ makanan cepat saji yang masuk ke Indonesia melalui sistem Franchising (waralaba). Franchise menurut Lyden,Roberts, Severance dan Reitzel (2007) adalah sebuah kontrak atas barang yang dimiliki seseorang, contohnya seperti merek yang diberikan kepada orang lain untuk mempergunakan merek tersebut di dalam usahanya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Restoran fast food umumnya merupakan restoran asing yang masuk ke Indonesia dalam bentuk kemitraan bisnis dengan pola franchise. Pihak franchisor mempunyai produk atau jasa yang ingin dijual dan atau memilih untuk tidak memperluas usahanya sendiri, tetapi menjual haknya (paten) untuk menggunakan nama produk atau jasanya kepada franchisee yang menjalankan usahanya secara semi independen.