Musamus Journal of Public Administration.. Vol. 5. No 2. 2023 Artikel Perbandingan Kebijakan Laju Pertumbuhan Penduduk Di Indonesia Dan Korea Selatan Wahid Hidayatulloh 1 ; Denok Kurniasih 2 1,2 Magister Administrasi Publik Universitas Jendral Sudirman * Korespondensi: wahid.hidayatulloh@mhs.unsoed.ac.id Abstrak Masalah yang dihadapi negara berkembang seperti di Indonesia yaitu baby bom. Di Indonesia ledakan penduduk sangat terasa di akhir tahun 1960-an. Berbeda dengan Indonesia, di Korea laju pertumbuhan penduduknya rendah. Korea memiliki salah satu tingkat kesuburan terendah di dunia, dan penurunan tajam dalam tingkat kesuburan telah diamati sejak akhir abad ke-20. Tingkat kesuburan total di Korea menurun dengan cepat dari 1,74 pada tahun 1984 menjadi 1,08 pada tahun 2005 dan kemudian, secara mengejutkan, turun ke level 0,92 pada tahun 2019. Kebijakan yang diambil pemerintah Indonesia untuk mengatasi masalah pertumbuhan penduduk yaitu Mencanangkan program Keluarga Berencana (KB) sebagai gerakan nasional. Sedangkan Kebijakan yang diambil oleh pemerintah Korea dalam mengatasi penurunan angka kelahiran yaitu dengan kebijakan yang berfokus pada tiga bidang: Memperluas dukungan untuk biaya perawatan dan pendidikan anak, dan memperluas pendidikan setelah sekolah. Pemberian berbagai insentif bagi keluarga yang memiliki anak; memperkuat dukungan bagi keluarga yang mengadopsi; memperluas fasilitas penitipan anak dan tempat kerja, meningkatkan kualitas layanan di fasilitas penitipan anak swasta, dan memperluas layanan penitipan anak untuk memenuhi tuntutan yang beragam. Membangun sistem kesehatan dan gizi, memberikan dukungan ekonomi bagi pasangan yang menderita infertilitas, dan bantuan untuk perawatan bayi pasca persalinan dari kelas miskin.. Kata Kunci: keluarga berencana, pertumbuhan penduduk, kelahiran. Abstract The problem faced by developing countries like Indonesia is the baby bomb. In Indonesia the population explosion was felt in the late 1960s. In contrast to Indonesia, Korea has a low population growth rate. Korea has one of the lowest fertility rates in the world, and a sharp decline in fertility rates has been observed since the late 20th century. The total fertility rate in Korea declined rapidly from 1.74 in 1984 to 1.08 in 2005 and then, surprisingly, fell to a level of 0.92 in 2019. the Family Planning (KB) program as a national movement. Meanwhile, the policies adopted by the Korean government in addressing the declining birth rate are policies that focus on three areas: Expanding support for child care and education costs, and expanding after-school education. Provision of various incentives for families with children; strengthening support for adopting families; expanding child care facilities and workplaces, improving the quality of services in private child care facilities, and expanding child care services to meet diverse demands. Building health and nutrition systems, providing economic support for couples suffering from infertility, and assistance for post-natal care of the poor. Keywords: family planning, population growth, births