Vol. 9 No. 2, 2022 https://ppjp.ulm.ac.id/journal/index.php/jpg Kajian Dinamika Pantai pada Metode Pengelolaan Vegetatif dalam Upaya Pengurangan Bahaya Abrasi di Sebagian Sempadan Pantai Sumatera Barat Dian Adhetya Arif 1* , Sri Kandi Putri 1 , Indah Fultriasantri 2 1 Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang 2 Program Studi D3 Teknologi Penginderaan Jauh *dianadhetyaarif@fis.unp.ac.id Abstract Climate change increases the frequency of occurrence of extreme natural phenomena which leads to increased risks to coastal communities and ecosystems. Shoreline change is considered to be of crucial importance in coastal areas. Coastal communities need to be aware of changing coastal dynamics in preparation for future impacts. Coastal protection methods as an effort to reduce coastal disaster risk are applied to protect coastal city infrastructure resources. The purpose of this study was to determine the dynamics of the coastline with vegetation protection. The research was conducted based on Remote Sensing and GIS. The main data are Landsat images with a temporal resolution of 20 years. The data is processed by utilizing ArcGIS using the tools of the Digital Shoreline Analysis System. Changes in the coastline in 2000-2020 saw the occurrence of abrasion and accretion in the coastal area which caused changes in the coastline. The land area decreases with an average distance of 141.50 m/year. Meanwhile, the land area increases with an average distance of 285.69 m/year. This shows that the changes that occur in general are the increase in the area of the shoreline due to the management of the vegetation that lives along the coast has an effect on reducing the rate of abrasion. Keywords: DSAS, Vegetative Management, Management Effectiveness Abstrak Perubahan iklim meningkatkan frekuensi kejadian fenomena alam ekstrim yang berujung pada meningkatnya risiko masyarakat dan ekosistem pesisir. Perubahan garis pantai dianggap sebagai hal krusial yang penting di wilayah pesisir. Masyarakat pesisir perlu mengetahui mengenai perubahan dinamika pantai untuk persiapan untuk dampak di masa depan. Metode-metode perlindungan pantai sebagai upaya pengurangan risiko bencana pesisir diterapkan untuk melindungi sumberdaya infrastruktur kota pesisir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika garis pantai dengan pelindung vegetasi. Penelitian dilaksanakan berbasis Remote Sensing dan GIS. Data utama adalah citra Landsat dengan resolusi temporal 20 tahun. Data diolah dengan memanfaatkan ArcGIS menggunakan tools Digital Shoreline Analysis System. Perubahan garis pantai pada tahun 2000-2020 terlihat terjadinya abrasi dan akresi di wilayah pantai yang menyebabkan perubahan garis pantai. Luas daratan berkurang dengan jarak rerata 141,50 m/tahun. Sedangkan luas lahan bertambah dengan jarak rerata 285,69 m/tahun. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan yang terjadi pada umumnya adalah penambahan luas bibir pantai karena adanya pengelolaan itu vegetasi yang hidup di sepanjang pantai berpengaruh untuk mengurangi laju abrasi. Kata kunci: DSAS, Pengelolaan Vegetatif, Efektifitas Pengelolaan DOI: 10.20527/jpg.v9i2.14227 67