Ahmad Pratama Putra: Pola Spasial Dampak Dispersi Gas Nitrogen Dioksida Kabupaten Serang Provinsi Banten Jurnal Alami (e-ISSN : 2548-8635), Vol. 4, No.1, Tahun 2020 41 POLA SPASIAL DAMPAK DISPERSI GAS NITROGEN DIOKSIDA KABUPATEN SERANG PROVINSI BANTEN SPATIAL PATTERNS OF NITROGREN DIOXIDE GAS DISPERSION IMPACT IN SERANG REGENCY BANTEN PROVINCE Ahmad Pratama Putra 1 1 Pusat Teknologi Reduksi Risiko Bencana (PTRRB) – BPPT, Gedung 820 GEOSTECH, PUSPIPTEK, Kota Tangerang Selatan, telepon: (021) 7579 1378 e-mail: ahmad.pratama@bppt.go.id ABSTRACT The main activities in Serang Regency which are suspected to produce pollutants and air emissions include industrial business activities where the pollutants produced are in the form of Nitrogen Dioxide (NO2) gas which is not only dangerous for humans and animals, but also dangerous for plant life. Therefore, this study tries to examine the spatial pattern of NO2 gas dispersion and its impact on settlements in Serang Regency. Based on the results of ambient air quality measurements in Serang Regency, which have been measured by the Serang Regency Environmental Agency from 2015 - 2019 for the NO2 parameter, it is seen that none of them exceed the standard of the PP No. 41 of 1999 concerning Air Pollution Control. The results of gas dispersion modeling show a tendency that gas concentration is relatively high in industrial zones, which indicates the contribution of gases from industrial business activities in several monsoons. The most extensive settlement affected by NO2 gas with the highest value (40-50 µg/Nm 3 ) is in Cikande District covering an area of 396.4 Ha which occurs during the west monsoon (December-February). Keywords: spatial patterns, nitrogen dioxide dispersion, Serang District ABSTRAK Berbagai kegiatan utama di Kabupaten Serang yang diduga dapat menghasilkan polutan dan emisi udara antara lain adalah dari kegiatan usaha industri dimana polutan yang dihasilkan antara lain berupa gas Nitrogen Dioksida (NO2) yang tidak hanya berbahaya untuk manusia dan hewan saja, tetapi juga berbahaya bagi kehidupan tanaman. Oleh karena itu, kajian ini mencoba menelaah pola spasial dispersi gas NO2 dan dampaknya terhadap permukiman di Kabupaten Serang. Berdasarkan hasil pengukuran kualitas udara ambien di Kabupaten Serang yang telah diukur oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang dari tahun 2015 – 2019 untuk parameter NO2, terlihat bahwa tidak ada satupun yang melampaui baku mutu PP No. 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Hasil pemodelan dispersi gas menunjukkan adanya suatu kecenderungan bahwa konsetrasi gas relatif tinggi pada zona-zona industri, yang menunjukkan adanya kontribusi gas-gas dari kegiatan usaha industri pada beberapa angin musim. Permukiman paling luas yang terdampak oleh gas NO2 dengan nilai paling tinggi (40-50 µg/Nm 3 ) berada pada Kecamatan Cikande seluas 396,4 Ha yang terjadi pada saat angin musim barat (Desember-Februari). Kata kunci: pola spasial, dispersi nitrogen dioksida, Kabupaten Serang