Vol. 20 No. 2 Edisi Oktober 2023 ISSN (Online): 2655-2124 c Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Available online at: http://ejournal2.pnp.ac.id/index.php/jirs/ Informasi Artikel Diterima Redaksi: 11-09-2023 | Selesai Revisi: 09-10-2023 | Diterbitkan Online: 30-10-2023 200 Analisis Spasial Kenaikan Tinggi Permukaan Air Batang Sumani Menggunakan Model Permukaan Digital 1,* Era Alfansyuri, 2 Indra Agus 1,2 Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Padang, Padang, 21562, Indonesia Corresponding author: * eraalfansyuri@gmail.com Abstract The occurrence of flooding in the Batang Sumani area of Solok Regency is caused by several things, including the low slope of the river, the river cross-section which is not wide enough, the topography of the plains, heavy bends along the river and silting due to sedimentation and the vulnerability to flood hazards which is quite high in the watershed area. The influence of the topography of the plains causes inundation on land managed and used by the community. In accordance with technological developments in digital mapping of the earth's surface, the earth's surface can be presented in the form of a three-dimensional map called a Digital Elevation Model (DEM). This DEM is used as a model, analysis and representation of conditions related to the earth's surface. The use of DEM in the process of analyzing inundation caused by surface runoff will help in identifying the coverage of inundation areas and water catchment areas. By using the Simulate water level rise / flooding analysis from the Global Mapper application it is possible to simulate water level rise / flooding which makes it possible to simulate the coverage or spread of water/flooding by increasing the water level to a certain depth and spatial analysis using the Geographic Information System can see the influence of the inundation area on land use managed by the community around the inundation area. So that the location and coverage of the inundation on land use can be obtained. Most of the inundation areas are in garden areas at 37.56%, rice fields at 23.83%, fields at 24.03% and residential areas at 13.67%. There was a significant increase in the water level rise of 2 meters. Keywords: digital elevation model, water level rise analysis, geographic information system Abstrak Terjadinya banjir dikawasan Batang Sumani Kabupaten Solok disebabkan oleh adanya beberapa hal diantaranya kemiringan sungai yang rendah, penampang sungai yang kurang lebar, topografi dataran, belokan yang berat sepanjang sungai dan pendangkalan karena sedimentasi serta kerentanan bahaya banjir cukup tinggi pada kawasan DAS. Dengan adanya pengaruh topografi dataran tersebut menyebabkan terjadi genangan pada lahan- lahan yang dikelola dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Sesuai dengan perkembangan teknologi dalam pemetaan permukaan bumi secara digital maka permukaan bumi dapat disajikan dalam bentuk peta tiga dimensi yang disebut sebagai Digital Elevation Model (DEM). DEM ini dipakai sebagai model, analisa dan representasi keadaan yang berhubungan dengan permukaan bumi. Penggunaan DEM dalam proses analisis genangan yang diakibatkan oleh limpasan permukaan ini akan membantu dalam mengidentifikasikan cakupan kawasan genangan dan daerah tangkapan airnya.Dengan menggunakan analisis Simulate water level rise / flooding dari aplikasi Global Mapper dapat untuk melakukan Simulasikan Kenaikan Ketinggian Air/Banjir yang memungkinkan untuk mensimulasikan cakupan atau penyebaran air/banjir dengan meningkatkan ketinggian air hingga kedalaman tertentu serta analisa spasial dengan Sistem Informasi Geografis dapat melihat pengaruh kawasan genangan terhadap penggunaan lahan yang dikelola oleh masyarakat sekitar kawasan genangan.Sehingga diperoleh lokasi dan cakupan genangan terhadap penggunaan lahan. Sebagian besar kawasan genangan berada pada daerah kebun sebesar 37,56%, lahan persawahan sebesar 23,83%, ladang sebesar 24,03% dan pemukiman sebesar 13,67%. Terjadi peningkatan yang cukup signifikan pada kenaikan permukaan air setinggi 2 meter. Kata kunci: model permukaan digital, analisis kenaikan permukaan air, sistem informasi geografis