3 Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains E-ISSN: 2720-9717 Volume 3, Nomor 2, 2022 ECOTAS https://journals.ecotas.org/index.php/ems https://doi.org/10.55448/ems Artikel Pemanfaatan Koagulan Biji Asam Jawa Guna Memperbaiki Parameter BOD, COD, dan TSS Limbah Cair Industri Tahu Andi Mohamad Yusuf 1 , Ratnaningsih Ruhiyat 1 , Rositayanti Hadisoebroto 1 Riwayat Artikel: Masuk: 13-07-2022 Diterima: 06-08-2022 Dipublikasi: 16-08-2022 Cara Mengutip: Yusuf, Andi Mohamad, Ratnaningsih Ruhiyat, dan Rositayanti Hadisoebroto. 2022. “Pemanfaatan Koagulan Biji Asam Jawa Guna Memperbaiki Parameter BOD, COD, Dan TSS Limbah Cair Industri Tahu”. Jurnal Ekologi, Masyarakat Dan Sains 3 (2). Bandung, Indonesia. https://doi.org/10.55448/e ms.v3i2.66. 1 Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Arsitektur Lansekap Dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti, Jl. Kyai Tapa, Jakarta Barat, Indonesia Penulis koresponden: agalih22@gmail.com Abstrak: Industri tahu menghasilkan limbah yang perlu diproses terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. Terdapat beberapa koagulan organik yang dapat digunakan sebagai penurun parameter pencemar yang terdapat pada limbah tahu, salah satunya yaitu biji asam jawa. Biji asam jawa (Tamarindus indica) dapat dimanfaatkan untuk pengolahan limbah karena bijinya mengandung pati yang bersifat sebagai flokulan alami. Penelitian ini bertujuan menguji keefektivitasan biji asam jawa sebagai koagulan organik dalam mengolah air limbah tahu. Penelitian dilakukan dari bulan Agustus 2021 sampai Maret 2022 dengan pengambilan sampel air limbah tahu di Kalideres, Jakarta Selatan. Parameter yang akan dikurangi yaitu kekeruhan, TSS, COD, dan BOD. Hasil penelitian menunjukan bahwa biji asam jawa mampu mengurangi kekeruhan, TSS, COD, dan BOD di dosis 4 g/L dan pH 8 dengan parameter pencemar yang berhasil diturunkan yaitu kadar BOD diturunkan sebesar sebesar 82%, kadar COD diturunkan sebesar 82%, kadar TSS diturunkan sebesar 78%, dan kekeruhan diturunkan sebesar 84%. Kata Kunci: air limbah tahu, biji asam jawa, koagulan alami Lisensi: Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution- NonCommercial 4.0 International License. Abstract: The tofu industry produces waterwaste that needs to be processed first before it can be safely discharged into the environment. There are several organic coagulants that can be used to reduce pollutant parameters contained in tofu waterwaste, one of them is tamarind seeds. Tamarind seeds (Tamarindus indica) can be used for waste treatment because the seeds contain starch which acts as a natural flocculant. This study aims to observe the effectiveness of tamarind seeds as an organic coagulant in treating tofu wastewater. The study was conducted from August 2021 to March 2022 by taking tofu wastewater samples in Kalideres, South Jakarta. The parameters to be reduced are turbidity, TSS, COD, and BOD. The results showed that tamarind seeds were able to reduce turbidity, TSS, COD, and BOD at a dose of 4 g/L and pH 8 with pollutant parameters that were successfully reduced among them BOD levels were reduced by 82%, COD levels were reduced by 82%, TSS levels were reduced by 78%, and Turbidity was reduced by 84%. Keywords: tofu wastewater, tamarind seeds, natural coagulant 1 PENDAHULUAN Industri tahu dan tempe yang relatif murah dan sederhana cocok dengan industri rumahan atau industri kecil yang kurang memperhatikan aspek pengolahan limbah yang dihasilkan dari hasil produksi. Selama kegiatan produksi, industri tahu dan tempe menghasilkan 2 jenis limbah organik, yaitu air limbah dan padat. Menurut Kaswinarni (2007), limbah padat terdiri dari kotoran (batu, tanah, kulit kedelai, dan padatan lain yang melekat pada kedelai) dari pembersihan kedelai dan sisa filter susu kedelai, yang dikenal sebagai okara. Menurut Pradana dkk. (2018) air limbah tahu yang dihasilkan memilki kadar BOD (Biological Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), kekeruhan, dan TSS (Total Suspended Solid) yang tinggi sehingga perlu diproses terlebih dahulu