10 BAGAIMANA PEMASARAN GREEN MARKETING, PROMOSI, DAN KUALITAS LAYANAN MEMPENGARUHI NIAT MEMBELI (STUDI: MANNA KAMPUS GODEAN) ----------------- Firman Fauzi Universitas Mercubuana firman.fauzi@mercubuana.ac.id Ananda Fitria Ma’rifah Faisal Universitas Mercubuana Abstrak Meneliti pemasaran hijau, promosi, dan layanan berkualitas dengan maksud untuk menghasilkan minat beli adalah tujuan dari penelitian ini. Semua calon pembeli Manna Kampus Godean yang juga memenuhi kriteria inklusi/eksklusi disertakan di sini. Seratus peserta dipilih dengan menggunakan teknik sampling sistematik. Kuesioner digunakan sebagai instrumen penelitian dalam survei, yang digunakan untuk mengumpulkan data. Analisis kuantitatif penyebab dilakukan dengan menggunakan paket statistik SPSS 25. Green marketing(X1), promosi (X2), dan kualitas layanan (X3) adalah variabel independen dan variabel dependen adalah minat beli (Y) untuk penelitian ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa green marketingmeningkatkan minat konsumen dalam melakukan pembelian. Iklan eksplisit meningkatkan minat konsumen terhadap suatu produk. Kualitas layanan memiliki dampak yang signifikan terhadap kemungkinan pelanggan untuk melakukan pembelian. Kata Kunci: minat beli, kualitas pelayanan, promosi, green marketing PENDAHULUAN Agar berhasil di pasar, bisnis perlu menarik dan mempertahankan pelanggan. Untuk mencapai tujuan ini, perusahaan harus menyediakan klien dengan barang dan jasa yang mereka cari dengan harga, dengan tingkat iklan, dan dengan tingkat kualitas yang membuat mereka ingin melakukan pembelian. Oleh karena itu, setiap bisnis harus memahami perilaku konsumen agar dapat bersaing. Untuk dapat memenangkan persaingan maka setiap pelaku usaha harus lebih tanggap terhadap kualitas pelayanan dan produk atau jasa yang dijualnya. Menurut Kotler dan Keller (2012), atribut ini sangat penting untuk kesuksesan produk atau layanan apa pun. Kualitas adalah kapasitas barang untuk memberikan hasil atau kinerja yang memuaskan di atas harapan pembeli. Perusahaan dituntut untuk menjaga bahkan meningkatkan kualitas pelayanan agar konsumen tetap membeli produk. Sebab, kualitas pelayanan sebuah perusahaan mencerminkan baik atau tidaknya suatu perusahaan dan juga merupakan faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen (Panjaitan, 2016). Baik buruknya kualitas pelayanan suatu perusahaan akan berdampak juga pada minat beli konsumen Tingkat persaingan dunia usaha yang semakin tinggi yang disertai dengan kondisi ketidakpastian memaksa para pelaku usaha untuk mencari keunggulan bersaing. salah satunya dengan cara melakukan pemasaran hijau (green marketing), meningkatkan kualitas pelayanan, dan meningkatkan promosi yang bisa memicu minat beli konsumen. Konsumen diyakini termotivasi untuk melakukan pembelian dengan iklan. Subagio (2010) dalam Kasmiyati (2019) mendefinisikan promosi sebagai segala upaya yang dilakukan untuk menyebarkan berita tentang suatu produk, apakah itu dengan persuasi langsung, daya tarik emosi secara tidak langsung, atau daya tarik alasan secara tidak langsung, pemasaran mencakup berbagai tindakan. Isu global warming dan the green movements saat ini menjadi gerakan sosial yang turut diperhatikan oleh para pelaku usaha. Dikarenakan hal ini juga mampu meningkatkan tingkat minat pembelian konsumen. Seperti yang ditemukan oleh Manongko (2011) dalam Agustin dkk. (2015), produk, harga, saluran distribusi, dan promosi semuanya berperan dalam kemampuan green marketinguntuk mempengaruhi kecenderungan konsumen untuk membeli. Konsumen berfikir bahwa perusahaan yang memperhatikan isu ini mampu membuat konsumen berkontribusi dalam menjaga