Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan Vol. 14 No.2, November 2017 : 165-186
p-ISSN 0216-0897
e-ISSN 2502-6267
Terakreditasi No. 755/AU3/P2MI-LIPI/08/2016
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGENDALIAN KEBAKARAN
HUTAN DAN LAHAN DI PROVINSI SUMATERA SELATAN
(The Implementation of Land and Forest Fire Management Policy
in South Sumatera Province)
Kushartati Budiningsih
Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim,
Badan Litbang dan Inovasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,
Jl.Gunung Batu No.5, Bogor 16118, Jawa Barat, Indonesia
E-mail: k.budiningsih@yahoo.com
Diterima 23 Mei 2017, direvisi 11 Agustus 2016, disetujui 15 Agustus 2017.
ABSTRACT
Land and forest fres in Indonesia occur almost every year since 1997. The main causes of fres are due to human
activities, driven by El Nino during dry season and biophysical conditions of degraded land. In Indonesia land and
forest fres have an impact on socio-cultural, economic and political aspects. Therefore, Indonesian government
involves multi institutions to control land and forest fre. Thus, to manage fre, coordination among institutions is
absolutely necessary. This study using qualitative approach to analyze coordination among government agencies
in term of land and forest fre control with case in South Sumatera Province. The results showed that coordination
among government agencies occured in the context of fre suppression and the performance was less than optimal
when viewed from the achievement of fre fghting targets. Factors infuenced the coordination of fre management
were authority, communication, controlling and leadership. Therefore, need to be improved by considering that fre
suppression in peatlands is relatively diffcult.
Keyword: Land and forest fre; fre management; institutions; coordination; South Sumatera Province.
ABSTRAK
Kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) di Indonesia terjadi hampir setiap tahun sejak 1997. Penyebab utama
kebakaran berkaitan dengan aktivitas manusia, didorong kondisi iklim ekstrem yang dipengaruhi El Nino saat
musim kemarau dan kondisi biofsik lahan terdegradasi. Di Indonesia kebakaran berdampak pada aspek sosial
budaya, ekonomi dan politik. Oleh karena itu pemerintah Indonesia melibatkan multi institusi pemerintah dalam
pengendalian Karhutla. Dengan demikian koordinasi antar institusi mutlak diperlukan dalam pengendalian Karhutla.
Studi dengan pendekatan kualitatif ini menganalisis koordinasi antar instansi pemerintah dalam pengendalian
Karhutla dengan kasus di Provinsi Sumatera Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi antar instansi
pemerintah terjadi dalam konteks pemadaman kebakaran. Kinerja yang dihasilkan kurang optimal ditinjau dari
capaian target pemadaman. Faktor yang memengaruhi koordinasi adalah kewenangan, komunikasi, kontrol dan
kepemimpinan. Koordinasi perlu ditingkatkan dalam konteks pencegahan Karhutla mengingat pemadaman api di
lahan gambut relatif sulit dikendalikan.
Kata kunci: Kebakaran hutan dan lahan; pengendalian; institusi pemerintah; koordinasi; Provinsi Sumatera Selatan.
©2017 JAKK All rights reserved. Open access under CC BY-NC-SA license. doi: http://dx.doi.org/10.20886/jakk.2017.14.2.165-186
165