395
Economics Development Analysis Journal 5 (4) (2016)
Economics Development Analysis Journal
http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edaj
Strategi Pemberdayaan Ekonomi Petani Garam Melalui Pendayagunaan Aset
Tanah Pegaraman
Ihsannudin
1
, Sukmo Pinujib
2
, Subejo
3
, Bertus Sumada Bangko
4
1
Prodi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura,
2
Sekolah Tinggi Pertanahan
Nasional Yogyakarta,
3
Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas
Gadjah Mada,
4
Puslitbang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional
Info Artikel
________________
Sejarah Artikel:
Diterima September
2016
Disetujui Oktober 2016
Dipublikasikan
November 2016
________________
Keywords:
Salt Farmer, Econimic
Empowering, Land
____________________
Abstrak
___________________________________________________________________
Madura bernilai strategis dalam produksi garam nasional, namun kenyataannya kondisi petani garam masih
hidup di bawah garis kemiskinan. Penelitian bertujuan merumuskan strategi pemberdayaan petani garam melalui
pendayagunaan aset pertanahan dengan pendekatan subsistem budaya-kelembagaan dan subsistem ekonomi.
Guna mencapai hal tersebut, perlu diketahui kondisi subsistem budaya-kelembagaan dan subsistem ekonomi
petani garam. Selain itu, dikaji faktor-faktor penyebab ketidakberdayaan petani. Hasil analisis menunjukkan
subsistem budaya menunjukkan bahwa usaha pegaraman adalah bagian budaya masyarakat yang mengakar dan
tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Madura. Sementara dari subsistem kelembagaan menunjukkan petani
garam dikelompokkan menjadi petani pemilik tanah dan petani penggarap (mantong). Pendekatan subsistem
ekonomi menunjukkan bahwa produksi garam sangat tergantung iklim dan cuaca dan masih menggunakan
teknologi tradisional. Strategi pemberdayaan bagi petani pemilik tanah adalah dengan mengupayakan sertifikasi
tanah untuk mendukung akses permodalan. Sementara untuk mantong diarahkan memperoleh redistribusi tanah
oyek landreform yang kemudian disertifikasi. Tanah tanah yang telah disertifikasi tersebut nantinya dapat
dilakukan konsolidasi tanah yang berperan pada peningkatan kuantitas dan kualitas produksi garam serta
mereduksi biaya transportasi. Tanah yang telah tersertifikasi juga dapat digunakan untuk agunan guna
mengakses modal.
Abstract
________________________________________________________________
Madura has an important role in the national salt production. unfortunately, most of salt farmers in Madura are living under
the poverty line. This paper discuss about the strategies to empower salt farmers through improving the access of lands,
proposing culture-institutional and economic subsytem approch. This strategy can be formulated by investigate the condition
of the cultural- institutional and economic subsystem of salt farmers. In addition, also discussed the factors that cause the
incapacities of the farmers to improve their welfare. The result based on cultural subsystem show that salt production is part of
the Madura culture that deeply entrenched. Then, based on institutional subsystem show salt farmers can be divided into two
type: the farmers that own their lands and peasant farmers (mantong). Meanwhile, based on economic sub system describe the
existing salt production system is traditionally managed, highly dependent on the weather and climate condition. An
empowerment strategy for the landowners is to get land registration to access the capital. While empowering for mantong
directed to acquire redistribution on land reform object. Salt land that has been certified can be consolidated which contribute
to increasing the quantity and quality of salt production and reduce transportation costs. Then salt that has been certified can
be be used for collateral in order to access capital.
© 2016 Universitas Negeri Semarang
Alamat korespondensi:
Jl. Raya Telang, Telang, Kamal, Telang, Kamal, Madura, Jawa
Timur 69162
E-mail: ihsannudin.utm@gmail.com
ISSN 2252-6765