JPPM: Journal of Public Policy and Management e-ISSN: 2715-2952 Volume 2 Nomor 1 | Mei, 2020 11 KOORDINASI ANTAR SKPD DALAM MENANGGULANGI PEDAGANG KAKI LIMA YANG MENGGANGGU LALU LINTAS DI KOTA MAKASSAR Auliya Citra R 1 , Abdul Mahsyar 2 , Anwar Parawangi 3 1,2,3) Universitas Muhammadiyah Makassar e-mail : auliyacitra@gmail.com Abstract This study aims to determine the coordination between SKPD in tackling street vendors (PKL) that disrupt traffic flow in the city of Makassar with descriptive qualitative research type. The method used is observation, interview, and documentation. Informants were selected by purposive sampling. The results showed that the coordination between SKDDs in Makassar City in tackling street vendors who disrupted the flow of traffic was by establishing confirmation, forming an integrated team, synergizing each agency, routinely holding public discussion socialization, checking officers in the field, and conducting intense coaching. The policing process is carried out technically through the issuing of warning letters, persuasive approaches, and the last alternative step is to enforce enforcement. Keywords: Coordination, Street Vendors, Traffic Jams Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui koordinasi antar SKPD dalam menanggulangi pedagang kaki lima (PKL) yang mengganggu arus lalu lintas di Kota Makassar dengan jenis penelitian kualitatif bertipe deskriptif. Metode yang digunakan adalah pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi antarSKPD di Kota Makassar dalam menanggulangi PKL yang menganggu arus lalu lintas adalah dengan mengadakan pemantapan konfirmasi, pembentukan tim terpadu, sinergitas tiap instansi, rutin mengadakan sosialisasi diskusi umum, pengecekan petugas di lapangan, dan melakukan pembinaan secara intens. Proses penertiban dilakukan secara teknis melalui pemberian surat peringatan, pendekatan secara persuasif, dan langkah alternatif terakhir adalah dengan penertiban paksa. Kata kunci: Koordinasi, Pedagang Kaki Lima, Kemacetan Lalu Lintas 1. PENDAHULUAN Kota Makassar merupakan kota keramaian di Indonesia dan terbesar dikawasan Timur Indonesia, memiliki luas area 175,79 km2 dengan jumlah penduduk sekitar 1 juta jiwa, dengan demikian kota makasar dapat dikatakan sebagai kota metropolitan. Banyaknya penduduk di Kota Makassar salah satu penyebabanya adalah banyaknya pendatang dari luar Kota Makassar dari tahun ke-tahun yang semakin meningkat guna mengadu nasib dan melanjutkan pendidikan di Kota Makasar. Tekanan arus penduduk dari desa ke kota setiap tahun yang semakin meningkat, berdampak pada kurangnya lapangan pekerjaan yang disediakan di Kota Makassar. Hal tersebut disebabkan pula karena umumnya orang-orang yang masuk ke kota tidak dipersiapkan dengan pendidikan dan keterampilan yang memadai, Akibatnya banyak pengangguran yang tidak memiliki kemampuan ditambah lagi sulit untuk mendaftar pekerjaan di sektor formal melihat syarat akademiknya yang tidak memenuhi sehingga pilihan satu-satunya adalah mencari pekerjaan yang tidak memerlukan persyaratan, diantaranya adalah dengan berjualan sebagai pedagang kaki lima (PKL). Di berbagai sudut Kota Makassar setiap hari dengan mudah disaksikan asongan yang kadang brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Electronic Journal Muhammadiyah University of Makassar