“AGAMA KONGHUCU” DALAM TIME LINE SEJARAH INDONESIA (Revisi tulisan terdahulu: Sejarah singkat terbentuknya “Agama Konghucu”, kepercayaan populer Tionghoa Indonesia) Sugiri Kustedja (xietiangong2012@gmail.com) CCDS-Center for Chinese Diaspora Study, Universitas Kristen Maranatha , Bandung. Abstrak. Penamaan ”agama” bagi ujaran Confucius mungkin hanya muncul di Indonesia. Penelitian berikut ini dilakukan secara kualitative, berdasarkan bahan bahan terbitan cetak dan laman situs web. Uraian diawali dari situasi socio-politik ahir abad 18 di Asia Timur, bangkitnya nasionalisme akibat modernisasi Jepang dan kondisi kontras di kekaisaran Qing Tiongkok yang memburuk. Munculnya kesadaran komunitas Tionghoa di Batavia dengan membentuk perkumpulan Tionghoa Hwe Koan, yang mempelopori pendidikan dasar (SR; SD) berbahasa Tionghoa, dan usaha khusus memajukan ajaran Confucius. Uraian dirunut dinamika organisasi agama Confusius, sampai berkembangnya usaha kembali pada penyatuan budaya lengkap kepercayaan tradisional Tionghoa dinamai ajaran Tridarma. Uraian diahiri dengan tahapan sesudah Kemerdekaan RI, pengaruh sangat dominan dari sikap politik pemerintahan bagi warga Indonesia Tionghoa yang silih berganti; berimbas bagi posisi dan kondisi ajaran Confucius. Socio politik, socio-history, social memory, budaya lokal , semua faktor berpengaruh bagi pelembagaan “Agama Konghucu”. Dari uraian sepanjang garis sejarah ini mungkin dapat disimpulkan bahwa “Agama Konghucu” adalah satu subjek kristalisasi budaya dari proses adaptasi terus menerus; dinamika masyarakat Indonesia Tionghoa. Serupa dengan ekspresi budaya peranakan Indonesia Tionghoa lainnya: kebaya encim, batik peranakan, masakan, kueh, bahasa dsb. Multi facet kebudayaan. Kata kunci: Agama Konghucu, Confucius, Kongkaw, Samkaw, Buddhis, Tridarma.