USULAN PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PADA PT. INDUSTRI KERETA API (PERSERO) MENGGUNAKAN METODE ALDEP Aufar Anshori Arrazani 1 , Isana Arum Primasari 2 1 Mahasiswa Jurusan Teknik, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Ahmad Dahlan 2 Dosen Jurusan Teknik, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Ahmad Dahlan Alamat Email penulis: aufar040997@gmail.com ABSTRAK PT. Industri Kereta Api (Persero) adalah perusahaan manufaktur dengan produksi kereta api yang menjadi potensi bangsa dengan produk yang membanggakan. PT. Industri Kereta Api paling banyak memproduksi kereta api sebanyak 528 kereta pertahun. Ukuran lahan di PT. Industri Kereta Api memiliki panjang 250 m dan lebar 900 m. PT. Industri Kereta Api memiliki beberapa permasalahan antara lain terjadinya back tracking pada proses produksi Light Rail Transit (LRT), terdapat 5 proses cross movement pada alur produksi, proses back tracking dan cross movement menyebabkan tambangan (alat berat pemindah kereta) harus dipakai secara bergantian secara terus menerus sehingga menimbulkan adanya penumpukan. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan usulan rancangan ulang tata letak demi menghindari kegiatan backtracking dan dapat meminimalkan jarak tempuh pengerjaan serta biaya pemindahan bahan di PT. Industri Kereta Api. Ongkos material handling (OMH) awal pada PT. Industri Kereta Api sebesar Rp. 2.304.352.5,- per hari. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah ALDEP. Metode ALDEP dipilih karena dapat menghasilkan lebih dari satu layout usulan yang sangat mempertimbangkan tingkat hubungan antar departemen dalam penempatan suatu departemen. Setelah dilakukan pengolahan data menggunakan perancangan tata letak dengan algoritma ALDEP, maka didapatkan 6 alternatif layout dengan nilai efisiensi OMH masing- masing layout alternatif, jarak perpindahan material dan nilai OMH yang berbeda-beda. Layout alternatif yang dipilih berdasarkan nilai efisiensi OMH terbesar yaitu layout alternatif 6 dengan nilai efisiensi OMH sebesar 38,84%, total jarak perpindahan material sebesar 1041,25 meter dan OMH sebesar Rp. 1.409.355,- per hari. Kata kunci :Perancangan Layout, Jarak Perpindahan, OMH, ALDEP 1. Pendahuluan Perkembangan dunia usaha yang sangat pesat dengan diikuti perkembangan teknologi serta perkembangan ekonomi yang semakin maju menyebabkan permasalahan yang ada pada industri jasa semakin kompleks. Salah satu masalah yang sering dijumpai dalam dunia industri terutama pada industri yang sedang berkembang adalah masalah pada tata letak mesin dan bahan baku produksi. Tata letak mesin dan bahan baku produksi pada penerapannya berusaha menyerasikan pekerjaan dan lingkungan terhadap tenaga kerja atau sebaliknya. Hal ini terkait dengan penggunaan teknologi yang tepat, sesuai dan serasi dengan jenis pekerjaan serta diperlukan pemahaman tentang caranya memanfaatkan manusia sebagai tenaga kerja seoptimal mungkin dengan tujuan untuk tercapainya produktivitas, efisiensi, dan efektivitas yang setinggi- tingginya. Bagian dari penyerasian tersebut terdapat pada layout produksi yaitu tata letak penempatan mesin dan bahan baku yang mendukung kegiatan produksi dari pemindahan bahan baku hingga proses produksi yang digunakan agar kegiatan produksi yang dilakukan berjalan efektif dan efisien. Tata letak adalah salah satu aspek penting yang sangat berpengaruh pada kelangsungan brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Universitas Ahmad Dahlan Repository