73 GIZIDO Volume 10 No.2 November 2018 Pola Makan, I Made Djendra dkk POLA MAKAN DAN TINGKAT PENGETAHUAN GIZI TERHADAP RESIKO KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMA KRISTEN 1 TOMOHON. I Made Djendra 1 ,Langi Clift Christian Vincent 2 ,Rudolf Boyke Purba 3 1,2,3 Poltekes Kemenkes Manado dedjendra@gmail.com ABSTRACT Obest or obesity is the term used to show the accumulation of body fat that exceeds the normal limit. Excessive accumulation of body fat can often seem reluctant easily. People who are overweight are more receptive than normal weight people to external hunger cues, such as food taste and smell, or time to eat. Fat people tend to eat if they feel like eating, not eating when they are hungry. The type of research used was analytic observational research with cross sectional design. The population in this study were all students at Tomohon Christian High School 1 which was 1063 students. The sample was calculated in Slovak with a total of 43 students. Primary data is data about diet and the level of nutritional knowledge collected directly during the research. In this study most have a moderate level of knowledge with a total of 20 people (46.5%), a good level of knowledge of 20 people (32.6%), and less knowledge level of 9 people (20.9%). The results of the analysis using statistical test fisherexacttest with a value of p <0.05, which means there is a significant relationship between intake of levels of nutritional knowledge with obesity. Keywords: Obesity, Eating Patterns, Intake of Energy, Protein, Fat, Carbohydrate PENDAHULUAN Peningkatan pendapatan pada kelompok masyarakat tertentu, terutama di perkotaan menyebabkan perubahan dalam gaya hidup, terutama dalam pola makan. Pola makan tradisional yang tadinya tinggi katbohidrat, tinggi serat kasar, dan rendah lemak, berubah ke pola makan baru yang rendah karbohidrat, rendah serat kasar, dan tinggi lemak sehingga menggeser mutu makanan ke arah tidak seimbang.Perubahan pola makan ini dipercepat oleh makin kuatnya arus budaya makanan asing yang disebabkan oleh kemajuan teknologi informasi dan globalisasi ekonomi (Almatsier, 2010). Obesitas atau kegemukan adalah istiah yang digunakan untuk menunjukan adanya penumpukan lemak tubuh yang malebihi batas normal.Penumpukan lemak tubuh yang berlebihan itu sering dapat terlihat enggan mudah. Secara praktis digunakan ukuran berupa perbandingan berat badan terhadap berat badan baku untuk ukuran tinggi tubuh tertentu (Suiraoka, 2012) Orang yang kegemukan lebih resonsif dibanding dengan orang berberat badan normal terhadap isyarat lapar eksternal, seperti rasa dan bau makanan, atau saatnya waktu makan. Orang yang gemuk cenderung makan bila ia merasa ingin makan, bukan makan pada saat ia lapar Pola makan berlebih inilah yang menyebabkan gv mereka sulit untuk keluar dari kegemukan jika sang individu tidakmemiliki kontrol diri dan motivasi yang kuat untuk mengurangi berat badan Etnis Minahasa mempunyai suatu kebiasanbudaya 'pesta' dalam pengertian disini adalah kebiasaan rnakan makan 'enak' atau mengkonsumsi makanan yang mengandungasam lemakjenuh tinggi seperti 'babi putar', tinorangsak, RW (anjing), pangi,