Jurnal Kesmas Asclepius Volume 5, Nomor 1, Januari-Juni 2023 e-ISSN: 2684-8287 p-ISSN: 2656-8926 DOI: https://doi.org/10.31539/jka.v5i1.5795 8 PEMBERIAN VIDEO EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN (PUP) PADA REMAJA Zuhairi Lubis 1 , Yora Nopriani 2 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Adiguna Palembang 1,2 zuhairilubis858@gmail.com 1 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian video dalam meningkatkan pengetahuan tentang pendewasaan usia perkawinan pada remaja siswa SMK Bakti Ibu 3 Palembang. Metode penelitian ini menggunakan desain pre experiment dengan pre-post test design with control group. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 18 responden (45%) memiliki tingkat pengetahuan yang kurang, sebanyak 20 responden (50%) memiliki tingkat pengetahuan yang cukup, dan sebanyak 2 responden (5%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Hasil analisis menggunakan t test didapatkan (p-value 0,000). Simpulan, pemberian video edukasi mampu meningkatkan pengetahuan responden tentang pendewasaan usia perkawinan. Kata Kunci: Pengetahuan, Perkawinan, Remaja, Video ABSTRACT This study aims to determine the effect of video in increasing knowledge about maturing marriage age in young SMK Bakti Ibu 3 Palembang students. This research method uses a pre-experimental design with a pre-post-test design with a control group. The results showed that 18 respondents (45%) had a low level of knowledge, 20 respondents (50%) had a sufficient level of expertise, and 2 respondents (5%) had a good level of understanding. The analysis results using the t-test were obtained (p-value 0.000). In conclusion, providing educational videos can increase respondents' knowledge about maturing at the age of marriage. Keywords: Knowledge, Marriage, Youth, Video PENDAHULUAN Pendewasaan usia perkawinan (PUP) merupakan bagian dari program Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Program PUP ini untuk meningkatkan usia perkawinan pertama, bagi laki-laki dan perempuan minimal usia 19 tahun. Hal ini dikarenakan usia tersebut sudah dianggap siap untuk menghadapi kehidupan berkeluarga dan dinilai telah matang jiwa raganya untuk melangsungkan perkawinan baik dari sisi kesehatan maupun perkembangan emosional, tanpa berakhir pada perceraian serta mendapat keturunan yang sehat dan berkualitas (BPS, 2020). Remaja saat ini masih banyak yang belum paham akan PUP, baik dari program kerja, tujuan, manfaat dan lain sebagainya. Sehingga, untuk merencanakan usia pernikahan, penundaan kehamilan, dan masa produktif menikah dan hamil. Program PUP diharapkan menjadi faktor protektif remaja terhadap rencana menikah pada usia <19 tahun (Djanah et al., 2020).