MENINGKATKAN KEMAMPUAN SOSIAL ANAK DALAM BERTANGGUNG JAWAB MELALUI BERMAIN BALOK PADA KELOMPOK BERMAIN Ninik Faizatun Nikmah Nurhenti Dorlina S Program studi PG-PAUD. Fakultas Ilmu Pendidikan. Univeritas Negeri Surabaya Jln. Teratai No. 4 Surabaya (Ninik.Fatkhul@gmail.com) (nurhentisimatupang@yahoo.co.id) Abstract : based on the observation that teachers in preschool children in group 1 in flower buds in the school year 2014-2015, especially in responsible is low. This children social’s skill the researchers to carry out action research that aims to improve social skills in a responsible child through play blocks. The results of this study showed an increase in the child's social abilities of the first cycle to cycle second reached become 90%. Keywords: social skills, responsibility, playing the blocks Abstrak : berdasarkan observasi yang dilakukan guru pada anak kelompok 1 di Kelompok Bermain Kuncup Bunga pada tahun pelajaran 2014-2015 khususnya dalam kemampuan sosial tergolong rendah. Hal ini mendorong peneliti untuk melaksanakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sosial anak dalam bertanggung jawab melalui bermain balok. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan sosial anak dari siklus I ke siklus II mencapai 90%. Kata kunci : kemampuan sosial, tanggung jawab, bermain balok Anak usia dini adalah bentuk kecil dari manusia dewasa yang memiliki pertumbuhan dan perkembangan dalam aspek fisik, kognitif, kreativitas bahasa serta sosial dan emosional yang khusus sesuai dengan tahapan usianya. Hal tersebut menunjukkan bahwa secara fisik anak memiliki ukuran yang kecil dan mungil dibandingkan dengan manusia dewasa. Namun secara bertahap anak akan tumbuh dan berkembang menjadi orang yang dewasa pula. Disini sebagai seorang pendidik atau orang dewasa yang berada disekeliling anak hendaknya mampu memberikan stimulus yang tepat bagi perkembangannya, yakni diantaranya melalui pembelajaran anak usia dini yang dilakukan dengan memberikan pengalaman nyata melalui bermain. Bermain merupakan satu hal yang tidak dapat dipisahkan dengan anak karena dengan bermain anak dapat memperoleh pengalaman yang menyenangkan dan bermakna sehingga dapat membantu anak berkembang secara fisik, kognitif, bahasa, serta sosial emosionalnya. Bermain juga dapat membantu proses perkembangan aspek sosial anak dalam hal pembentukan kemandirian tentang tanggung jawabnya dalam suatu permainan, sebagaimana yang tercantum dalam PERMENDIKNAS 58 (2009: 17) bahwa anak usia 4-5 tahun hendaknya mampu menaati aturan dalam suatu permainan. Aturan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah bahwa hendaknya anak mampu mengembalikan alat mainnya pada tempatnya semula, sebagaimana yang tercantum dalam Menu Generik (2002: 31).