Jurnal Tanah dan Air (Soil and Water Journal) ISSN: 1411-5719(p): 2655-500X (e), Volume 18 Nomor 2 (Desember 2021): 48 – 56 (http://jurnal.upnyk.ac.id/index.php/jta/index) 48 PERENCANAAN JARINGAN IRIGASI BERDASARKAN ANALISIS EKSPRESI TOPOGRAFI DAN POLA PENGALIRAN MENGGUNAKAN DATA LIDAR DI DESA SINDANGLAYA, KABUPATEN SERANG, PROVINSI BANTEN IRRIGATION NETWORK PLANNING BASED ON TOPOGRAPHIC EXPRESSION ANALYSIS AND FLOWING PATTERNS USING LIDAR DATA IN SINDANGLAYA VILLAGE, SERANG REGENCY, BANTEN PROVINCE Shobar Arif 1) , M. Nurcholis 1)* , Partoyo 1) , dan I. Q. Himawan 2) 1) Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta 2) PT ASI Pudjiastuti Geosurvey *) Corresponding author e-mail: nurcholis@upnyk.ac.id ABSTRACT LIDAR (Light Detection and Ranging) is a remote sensing technology that provides elevation measurement data quickly and accurately. Sindanglaya village has an area of 73.8 ha, and become an irrigation development planning area. The purpose of this research is to make irrigation canal planning based on DEM and orthophoto data from LIDAR. The method used is DEM data processing into detailed contours and flow patterns. Contour data is used as material for planning irrigation networks, drainage patterns as planning for drainage channels and orthophoto is used as land use material. The tools and materials used in managing the data are computers with AutoCad 3D software, ArcGis 10.3, Global Mapper and Corel Draw X7. Based on the data processing, maps and sketches of irrigation canal planning were obtained based on the combination of irrigation Planning Criteria (KP). The irrigation system is planned to use a hydraulic ramp pump from the Cidanau river to the rice fields of Sindanglaya Village. The irrigation network made is included in the technical irrigation category, which consists of one primary network with a length of 600 m, three secondary networks (124 m, 270 m and 114 m), 9 tertiary networks (260 m, 164 m, 200 m, 64 m, 215 m, 120 m, 80 m, 70 m and 25 m), three drainage networks (554 m, 700 m and 939 m), one weir building on the Cidanau river, 9 tapping structures on tertiary canals, 7 tapping structures with doors for the secondary channel and three tunnel structures. Keywords: lidar, detailed contour, drainage pattern, irrigation network. ABSTRAK LIDAR (Light Detection and Ranging) merupakan teknologi penginderaan jauh yang menyediakan data pengukuran elevasi dengan cepat dan akurat. Desa Sindanglaya mempunyai luas 73,8 ha, dan menjadi daerah perencanaan pengembangan irigasi. Tujuan penelitian ini adalah pembuatan perencanaan jaringan irigasi berdasarkan data DEM dan orthophoto dari LIDAR. Metode yang digunakan adalah pengolahan data DEM menjadi kontur detail dan pola pengaliran. Data kontur digunakan sebagai bahan perencanaan jaringan irigasi, pola pengaliran sebagai perencanaan saluran drainase dan orthophoto digunakan sebagai bahan tataguna lahan. Alat dan bahan yang digunakan dalam mengelola data tersebut adalah komputer dengan software AutoCad 3D, ArcGis 10.3, Global Mapper dan Corel Draw X7. Berdasarkan pengolahan data tersebut diperoleh peta dan sketsa perencanaan saluran irigasi yang dibuat berdasarkan paduan Kriteria Perencanaan (KP) irigasi. Sistem irigasi direncanakan menggunakan pompa hidrolik ramp pump dari sungai Cidanau menuju areal persawahan Desa Sindanglaya. Jaringan irigasi yang dibuat termasuk kedalam kategori irigasi teknis, yang terdiri dari satu jaringan primer dengan panjang 600 m, tiga jaringan sekunder (124 m, 270 m