JIUBJ Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi 23, 1 (2023): 449-451 DOI: 10.33087/jiubj.v23i1.1937 http://ji.unbari.ac.id/index.php/ilmiah 449 Hubungan Pelaksanaan Rawat Gabung dengan Keberhasilan Menyusui di Masa Pandemi Covid 19 di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Bawomataluo Debora Paninsari*, Meilindasari Zandroto, Veronica Tiolenti Tambunan, Tasya Pratiwi Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Universitas Prima Indonesia *Correspondence email: deborapaninsari123@gmail.com Abstrak. Latar belakang masalah pada penelitian ini adalah rawat gabung memberikan kesempatan pada ibu untuk dekat dengan bayinya, yang membuat ibu mempunyai keinginan dan motivasi kuat, sehinggan frekuensi ibu memberikan ASI akan lebih sering sehingga keberhasilan pemberian ASI ekslusif dapat tercapai. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pelaksanaan rawat gabung dengan keberhasilan menyusui di masa pandemi covid-19 di Puskesmas Bawomataluo Kecamatan Fanayama Kabupaten Nias Selatan. Jenis penelitian adalah jenis penelitian kuantitatif dengan desai survey, metode pengumpulan data adalah menggunakan angket, metode analisis data yang digunakan adalah metode analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian adalah dengan nilai P-value 0,007<Alpha (0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan pelaksanaan rawat gabung dengan keberhasilan menyusui di masa pandemi covid-19 di Puskesmas Bawomataluo Kecamatan Fanayama Kabupaten Nias Selatan. Kata Kunci: Pelaksanaan rawat gabung; keberhasilan menyusui Abstract. The background problem in this study is that follow-up care provides an opportunity for mothers to be close to their babies, which makes the mother have strong desires and motivations, so that the frequency of mothers giving breast milk will be more often so that the success of exclusive breastfeeding can be achieved. The purpose of the study was to find out the relationship of the implementation of treatment joining the success of breastfeeding in the covid-19 pandemic in The Health Center Bawomataluo Fanayama District of South Nias Regency. Value of P-value 0,007<Alpha (0,05). Have relationship of the implementation of treatment joining the success of breastfeeding in the covid-19 pandemic in The Health Center Bawomataluo Fanayama District of South Nias Regency. Keywords: Implementation of joining treatment; success of breastfeeding PENDAHULUAN Rawat gabung sering disebut juga dengan Rooming In yaitu menyatukan antara ibu dan bayinya dalam satu kamar, agar antara ibu dan bayi terjalin suatu hubungan bathin dan ibu bisa menjadi lebih dekat bayinya. Rawat gabung adalah salah satu metode yang dilakukan oleh petugas kesehatan agar bayi terus bersama ibunya selama 24 jam. Rawat gabung antara ibu dan bayi akan menjalani proses lekat (early infant-mother bounding) sebagai sentuhan badan antara ibu dan bayinya (Kadir, 2014). Ibu yang segera dan sering menyusui bayinya akan merangsang produksi hormon oksitosin. Hormon oksitosin ini sangat berpengaruh pada keadaan emosi ibu. Meningkatnya hormon oksitosin ini membuat perasaan ibu tenang, bahagia, tidak cemas dan meningkatkan produksi ASI sehingga bayi lebih puas mendapatkan ASI. Rawat gabung adalah salah satu metode yang dilakukan oleh petugas kesehatan agar bayi terus bersama ibunya selama 24 jam, ibu dapat segera melaporkan kepada petugas kesehatan jika terjadi kelainan pada bayi, meningkatkan rasa percaya diri dan resiko infeksi nosokomial berkurang. (Erlina, 2008) Adapun syarat dari Rawat Gabung (Rooming In) bagi ibu dan bayi adalah bayi lahir spontan, bayi dan ibu dalam keadaan sehat. Manfaat dari Rawat Gabung (Rooming In) yaitu ibu akan lebih mudah menyusui bayinya, Karena si ibu akan mengetahui kapan bayinya merasa lapar, dan ibu akan menjadi lebih dekat dengan bayinya. Dimasa pandemi covid-19 sekarang ini pasti banyak sekali ketakutan si ibu untuk memberikan ASI ekslusif kepada bayi