KAJIAN MAKNA SIMBOLIS PATUNG DAN MONUMEN………| 59 Kajian Makna Simbolis Patung dan Monumen di Kabupaten Ponorogo Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Lokal Nanda Cahyo Setiaji 1 , Muhammad Hanif 2 1 Alumni Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Madiun 2 Dosen Program Studi Magister Pendidikan IPS Pascasarjana Universitas PGRI Madiun Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian makna simbolis patung dan monumen sebagai pembelajaran sejarah lokal, serta untuk mengetahui potensi-potensi lain yang terjadi pada masa yang akan datang di Kabupaten Ponorogo. Penelitian dilakukan di Kabupaten Ponorogo mulai bulan Februari sampai bulan Juli 2015. Sumber data penelitian ini adalah (a) sumber data primer, yaitu sumber data dari informan individu maupun perseorangan, (b)sumber data yang bersifat sekunder, yaitu data yang diperolehdokumen, foto dan rekaman video hasil observasi lapangan. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi langsung, dokumentasi tertulis dengan teknik triangulasi. Analisis data menggunakan kualitatif model interaktif. Pendekatan penelitian ini adalah menggunakan jenis deskripstif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah berdirinya patung dan monumen di Ponorogo tidak lepas dari kepiawian Bupati terdahulu, yaitu Dr. H. Markum Singodimedjo, MM yang telah membangun simbol-simbol patung cerita Reog dari sumbangan pihak ketiga. Tujuannya untuk tata keindahan kota serta lebih menonjolkan nuansa kota Reog. Dengan dibangunnya patung dan monumen tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepariwisataan dan menjadi sumber pembelajaran sejarah lokal, agar generasi penerus lebih menghargaikearifan budaya luhur yang telah dimiliki. Kata Kunci: makna simbolis, patung, monumen, pembelajaran sejarah lokal Pendahuluan Kabupaten Ponorogo dikenal dengan julukan Kota Reog atau Bumi Reog karena daerah ini merupakan daerah asal dari kesenian Reog. Ponorogo juga dikenal sebagai Kota Santri karena memiliki banyak pondok pesantren, salah satu yang terkenal adalah Pondok Modern Darussalam Gontor yang terletak di desa Gontor, kecamatan Mlarak. Nama Ponorogo berasal dari kata Pramana Raga, yang akhirnya ucapan Pramana berubah menjadi: Pana (mengerti) dan raga (awak/badan). Jadi Ponorogo mengandung maksud orang yang dapat menempatkan dirinya dihadapan orang lain (Soemarto, 2011: 15). Kabupaten Ponorogo terletak pada 111°7’ hingga 111° 52’; Bujur Timur 7° 49’ hingga 20’ Lintang Selatan dan langsung berbatasan dengan Kabupaten Magetan, Kabupaten Madiun dan Kabupaten Nganjuk di sebelah utara. Di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Trenggalek; sebelah selatan dengan Kabupaten Pacitan. Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Wonogiri (Provinsi Jawa Tengah). Luas wilayah Kabupaten Ponorogo yang mencapai 1.371,78 km 2 yang secara administratif terbagi menjadi 21 kecamatan, 307 desa/kelurahan: Badan Perencanaan