available at http://ejournal.unp.ac.id/index.php/serupa/index
Published by Program Studi Pendidikan Seni Rupa
FBS Universitas Negeri Padang, Indonesia
ONLINE ISSN 2302-3236
Vol. 11 No. 3, 2022
Page 244-253
© Universitas Negeri Padang
244
POHON BERINGIN SEBAGAI SIMBOL KEHIDUPAN SOSIAL DALAM
KARYA SENI LUKIS REALIS KONTEMPORER
Kefvin Sukarna
1
, Abd. Hafiz
2
Universitas Negeri Padang
Jln. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar, Padang, Sumatra Barat, Indonesia
Email: kefvin31@gmail.com
Submitted: 2022-09-06 Published: 2022-09-29
Accepted: 2022-09-16 DOI: 10.24036/stjae.v11i3.118501
Abstrak
Penciptaan karya akhir ini menggambarkan objek pohon beringin terkait fenomena
sosial dalam masyarakat sekarang, menjadi karya lukis realis kontemporer. Metode dan
proses pembuatan karya yang dipakai dalam penciptaan karya lukis ini yaitu melalui
beberapa langkah seperti, Persiapan, Elaborasi, Sintesis, Realisai konsep, dan
Penyelesaian. Hasil dari pembahasan merupakan visualisasi dari kegelisahan dan
keperihatinan terhadap masalah yang sedang terjadi dalam kehidupan sosial masyarakat
saat ini, pembuatan karya berjumlah 10 yang berjudul : (1) Penopang Kehidupan, (2)
Mencoba kuat, (3) harmony, (4) Melindungi, (5) Dari Dasar, (6) Pendirian, (7) Keadilan,
(8) Tanggung Jawab, (9) Memperbaiki, (10) Baik dan Buruk.
Kata kunci: Pohon Beringin, Sikap, Perilaku,Lukis Realis Kontemporer
Pendahuluan
Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sitemdalam
susunan kehidupan. Dalam Cahyono (2016) Jabrohim menyebutkan Masyarakat adalah
“sekelompok individu yang tinggal dalam suatu tempat tertentu, saling berinteraksi
dalam waktu yang relatif lama, mempunyai adat-istiadat dan aturan- aturan tertentu
dan lambat laun membentuk sebuah kebudayaan”.Sebagian besar kehidupan
masyarakat berupa interaksi antara individu-individu yang berada dalam kelompok.
Individu-individu tersebut hidup bersama dan bekerja bersama untuk memperoleh
kepentingan bersama. Dari sekelompok orang tersebut telah memiliki tatanan
kehidupan, norma-norma dan adat istiadat yang ditaati dalam lingkungan.
Menurut Bertens (2004:4) pengertian dari etika adalah “ilmu tentang apa yang
bisa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan”. Sedangakan menurut Sudarminta
(2013:3) dalam pemakaian sehari-hari, sekurang-kurangnya dapat dibedakan tiga arti