Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat II Universitas PGRI Ronggolawe Tuban Tuban, 23 September 2017 PRINT ISSN: 2580-3913; ONLINE ISSN: 2580-3921 Tema: Pengembangan Luaran Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Menuju Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk Peningkatan Daya Saing Mendukung Kemandirian Bangsa PENINGKATAN KINERJA DALAM MEMBUAT LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI SYARAT APLIKASI PENDANAAN KEPADA BANK (MITRA LBB LEAF ENGLISH COURSE GRESIK, JAWA TIMUR) Laely Aghe Africa 1 , Avi Sunani 2 1 STIE Perbanas Surabaya, laely.aghe@perbanas.ac.id 2 STIE Perbanas Surabaya, avi.sunani@perbanas.ac.id Abstrak Permasalahan mitra LLB LEAF ENGLISH COURSE adalah dari aspek manajemen yaitu masih kurangnya kemampuan dalam mengelola keuangan dengan sistem pembukuan yang baik, belum adanya pemisahan tugas, kurangnya kemampuan promosi dan pemasaran, serta tempat usaha dan modal usaha yang belum mendukung. Dalam mengembangkan usaha maka mitra membutuhkan pendanaan bank, hal tersebut ditujukan untuk meningkatkan modal usaha. Dalam rangka membantu menyelesaikan permasalahan tersebut, maka kegiatan yang akan dilakukan adalah melakukan pendampingan kepada mitra LBB LEAF ENGLISH COURSE wilayah Gresik Jawa Timur, dengan tujuan memperbaiki dan mengembangkan metode penyusunan laporan keuangan untuk aplikasi pendanaan ke bank. Luaran utama bagi mitra adalah berupa Modul yang dapat diaplikasikan untuk meningkatkan kinerja keuangan mitra terutama dalam hal penyusunan laporan keuangan, sehingga dapat menjadi nilai tambah pada saat pengajuan kredit berupa modal kerja ataupun investasi. Serta luaran berupa Publikasi yang disajikan dalam Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat. Kata Kunci: Laporan Keuangan, LBB, Peningkatan Kinerja, Pendanaan Bank I. PENDAHULUAN Pengelolaan keuangan menjadi salah satu aspek penting bagi kemajuan usaha. Penyusunan laporan keuangan merupakan bagian dari akuntansi, yakni proses sistematis untuk menghasilkan informasi keuangan yang digunakan untuk pengambilan keputusan bagi users. Hal ini akan memberikan beberapa manfaat bagi usaha yang masih merintis terutama dalam memperoleh pendanaan dari bank. Selain itu, usaha tersebut dapat mengetahui kinerja keuangan, membedakan harta usaha dan harta pemilik, mengetahui posisi dna baik dari sumber maupun penggunaannya, mengetahui aliran uang tunai selama periode tertentu, serta dapat membuat anggaran yang tepat, misalnya untuk menghitung pajak. Penyusunan laporan keuangan dapat mendukung usaha mikro kecil untuk terus berkembang. Jika laba usaha terus meningkat, maka perkembangan usaha akan menjadi lebih baik sehingga dapat menjadi salah satu solusi terkait permasalahan ekonomi Indonesia. Pada krisis ekonomi tahun 1998, usaha mikro kecil menjadi fondasi ekonomi yang tetap kokoh dan tidak terpengaruh oleh krisis. Oleh karena itu, perkembangan usaha kecil untuk terus maju menjadi perlu terus diperhatikan, terutama dalam hal pelaporan keuangan. Hal ini dikarenakan masih banyak usaha mikro kecil yang belum menggunakan pelaporan akuntansi terutama yang berbasis sistem komputer dalam menunjang kegiatan bisnisnya. Sebagian besar usaha mikro dan kecil masih beranggapan bahwa pelaporan akuntansi adalah sulit dan bukanlah hal yang penting yang mendukung lancarnya usaha dalam memperoleh laba. Mayoritas usaha mikro kecil belum bisa membedakan antara harta kekayaan usaha dan pribadi. Akibatnya, mereka belum bisa menentukan berapa jumlah laba yang didapatkan tiap periode. Aset usaha didapat tidak hanya dari dana perusahaan namun juga dari dana pribadi. Selain itu, aset usaha digunakan untuk kepentingan pribadi, dan tidak ada pencatatan atau pemisahan yang jelas. Dengan demikian, kinerja keuangan usaha tidak dapat diketahui secara jelas. Pada akhirnya, apabila ingin mengajukan pendanaan kepada bank akan mengalami kesulitan. Hingga saat ini LBB LEAF ENGLISH COURSE masih menggunakan laporan keuangan sederhana, berupa pencatatan pemasukan dan pengeluaran saja. Pemilik usaha masih merasa kesulitan jika menggunakan pelaporan keuangan akuntansi yang berbasis sistem komputer. Hal ini dikarenakan minimnya pedoman untuk pelaporan keuangan dan pemilik usaha masih merasa kesulitan dan belum memerlukan hal tersebut.