Jurnal Pengabdian Masyarakat Singa Podium (JPMSIPO) Vol.1, No.2, April 2023, Hal 64-72 ISSN 2962-1100 (Online - Elektronik) DOI https://doi.org/10.58965/jpmsipo.v1i2.7 Copyright © 2023 Abdullah Ali, Page 64 Jurnal Pengabdian Masyarakat Singa Podium (JPMSIPO) This article is an Open Access article distributed under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution 4.0 (CC BY 4.0) License (http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/). Pendampingan Inventarisasi Data Grafis Bangunan Rumah Kampung Adat Kranggan Abdullah Ali 1* , Sudarmawan Juwono 2 , Adrianus Solo 3 , Teguh Iman Riansyah 4 1*,2,3,4 Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Arsitektur, Universitas Bung Karno, Jakarta, Indonesia Email: 1 ,*abdullahalijoesuf@gmail.com, 2 sudarmawanyuwono@gmail.com, 3 andihurek87@gmail.com, 4 imanteguh408@gmail.com (* : coressponding author) Diterima Redaksi: 30/3/2023 Selesai Revisi: 25/4/2023 Diterbitkan Online: 30/4/2023 Abstrak- Kampung Adat Kranggan merupakan kampung adat di Kota Bekasi yang sampai saat ini masih bertahan dengan bangunan rumah panggung dan upacara Babaritan sebagai ritual budaya. Kebertahanan arsitektural di tengah modernisasi kawasan perkotaan menjadikan kampung adat ini unik dan memiliki karakter khas memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai potensi wisata budaya dan arsitektur. Saat ini data-data arsitektur masih terbatas sehingga harus dilakukan program inventarisasi teknis. Untuk itu program studi Arsitektur Universitas Bung Karno melakukan inisiatif pendampingan dan membantu inventarisasi data grafis bangunan rumah kampung adat Kranggan dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif melalui observasi dan wawancara sebagai instrumen untuk pengumpulan, pengolahan dan penyajian data. Tahapan survei arsitektur, pengukuran, dan dokumentasi foto yang melibatkan pemilik bangunan rumah adat secara partisipatif. Dari hasil pendataan dilakukan fokus group diskusi untuk menggali informasi secara mendalam, inventarisasi data dilakukan dengan menggrafiskan bentuk bangunan dan kawasan secara digital. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah ketersediaan data grafis bagi masyarakat Kampung Adat Kranggan dan pemerintah Kelurahan Jatirangga. Proses pengabdian kepada masyarakat diharapkan dapat mendorong peningkatan kesadaran, prakarsa, inovasi, partisipasi masyarakat dalam pelestarian cagar budaya, peningkatan daya guna bangunan rumah sebagai aset masyarakat dalam pengembangan ekonomi kreatif, menjadi basis gerakan pelestarian Kampung Adat Kranggan dan tentunya dapat digunakan dalam penataan kawasan di Kota Bekasi. Kata Kunci: Pengabdian Masyarakat, Kampung Kranggan, Inventarisasi, Data Grafis, Bangunan Rumah. Abstract- Kampong Kranggan is a traditional village in Bekasi City that still survives with the building of stilt houses and the Babaritan ceremony as a cultural ritual. Architectural resilience amidst the modernization of urban areas makes this traditional village unique and has a distinctive character. The community service carried out aims to carry out an architectural inventory of the graphic data on the building of the Kranggan traditional village house architecturally. With a sustainable mentoring model, the inventory of traditional houses is a preservation database. Community service uses a participatory method approach, which applies observation and interviews as instruments for processing and pre senting data. Stages of architectural surveys, measurements, sketches, and photo documentation, by involving the owners of traditional house buildings in a participatory manner. From the results of the data collection, a focus group discussion was carried out to dig up in-depth information, and an inventory of data was carried out by digitally depicting the shape of buildings and areas. The result of this community service is the availability of graphical data for the people of the Kranggan Traditional Village and the Jatirangga Village government. The process of community service is expected to be able to encourage increased awareness, initiatives, innovation, and community participation in the preservation of cultural heritage and increase the usability of house buildings as community assets in the development of the creative economy become the basis for the Kampong Kranggan Traditional Village preservation movement and of course, can be used in regional planning in the City Bekasi. Keywords: Community Service, Kampong Kranggan, Inventory, Graphic Data, House Building. 1. PENDAHULUAN Pendampingan sebagai upaya peningkatan kapasitas, prakarsa, dan inovatif masyarakat menjadi sangat relevan dengan semangat Perguruan Tinggi dalam pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Sebab itu, sinergis perguruan tinggi dengan masyarakat yang terencana sangat penting dilakukan. Kesepahaman yang dibangun, didorong untuk pengelolaan dan pemanfaatan potensi yang ada di masyarakat, dan tentu nya Perguruan Tinggi itu sendiri. Visi strategis Program Studi Arsitektur Universitas Bung Karno adalah melahirkan generasi bangsa yang berpikir dan bertindak mengakar pada warisan nilai-nilai ke-nusantara-a n untuk menyongsong masa depan. Dengan begitu menggali, menemu kenali, warisan pengetahuan Arsitektur Nusantara menjadi program unggulan dalam Tri Darma Perguruan Tinggi. Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang difokuskan di wilayah Kota Bekasi, karena sebagaimana diketahui Kota Bekasi merupakan daerah perbatasan antara wilayah Jawa Barat dan Jakarta. Sebagai penyangga dalam berbagai fungsi yang mendukung proses perkembangan kota metropolitan Jakarta. Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kota Bekasi (RTRWK) bertujuan buat mewujudkan Kota Bekasi sebagai tempat huni an dan usaha kreatif yang nyaman dengan peningkatan kualitas lingkungan hidup yang berkelanjutan (Ali et al., 2022b). Sebagai wilayah yang berada di perbatasan, Kota Bekasi mengalami perkembangan pembangunan perkotaan