1247 WEBINAR ABDIMAS 4 - 2021: Inovasi Teknologi Tepat Guna dan Model Peningkatan Kapasitas Masyarakat Era Covid-19 Penapisan Penyakit Tidak Menular Sebagai Komorbid Covid-19 Pada Lansia Hidayatul Kurniawati 1* , Ajeng Trisnawati 1 , Ibnu Arda’im 1 , Hidayatika Sholehah 1 , Muhammad Surya Admaja 1 , Yasmine Likhadiatri 1 , Muzliati 1 Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jl. Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55183 Email: hidayatul.kurniawati@umy.ac.id DOI: 10.18196/ppm.43.646 Abstrak Penyakit kronis yang tidak menular seperti diabetes melitus dan hipertensi sangat berpengaruh pada kondisi pandemi Covid-19 sebagai komorbid pada infeksi Covid-19 terlebih jika hal tersebut terjadi pada lansia. Dusun Kadibeso merupakan salah satu dusun di wilayah kerja Puskesmas Bantul 2. Lingkungan dusun sudah cukup bersih, dan penerapan PHBS di kalangan masyarakat juga sudah terbilang cukup baik tetapi belum memiliki data mengenai pemetaan penyakit kronis pada lansia. Berdasarkan hasil observasi, perlu dilakukan peningkatan pemahaman dan pengumpulan data mengenai penyakit kronis yang menjadi komorbid Covid-19 pada lansia untuk mencegah terjadinya komplikasi terutama saat pandemi Covid-19 masih berlangsung. Kegiatan dilakukan secara luring di posyandu Dusun Kadibeso Sabdodadi Bantul dengan protokol kesehatan. Kegiatan diikuti oleh 23 lansia meliputi pendataan identitas dan riwayat penyakit, pemeriksaan antropometri, pemeriksaan gula darah, dan tekanan darah. Peserta juga diberikan materi mengenai penyakit hipertensi dan diabetes melitus. Untuk menilai pemahaman peserta dilakukan pretest dan post-test. Hasil pendataan didapatkan usia lansia antara 60-85 tahun, dengan indeks massa tubuh normal sebanyak 73,91%, gula darah seluruh lansia normal, dan tekanan darah didominasi oleh hipertensi stage 2 sebanyak 52,17%. Terdapat peningkatan rerata nilai post-test dibandingkan dengan nilai pretestnya. Dengan hasil tersebut diharapkan kader bisa lebih memantau kondisi lansia yang memiliki risiko penyakit tidak menular dan para lansia bisa lebih memahami mengenai penyakit tidak menular. Kata Kunci : penyakit tidak menular, penapisan, Covid-19 Pendahuluan WHO telah menetapkan Coronavirus Disease-19 (Covid-19) sebagai pandemic secara global karena penyebaran yang sangat cepat dan terjadi di seluruh belahan dunia (WHO, 2020). Pandemi Covid-19 di Indonesia dimulai dari bulan Maret 2020 dan terdapat penambahan jumlah kasus dan kematian yang konstan akibat Covid-19. Sebagian besar kasus yang berujung pada kematian. Berdasarkan data pada akhir tahun 2020, total penduduk Indonesia yang terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 743.198 orang dengan total kematian sebanyak 22.138 atau 3,0% dari pasien yang terkonfirmasi positif (Satuan tugas penanganan Covid-19, 2020). Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa penyakit yang termasuk ke dalam penyakit tidak menular (PTM) merupakan kelompok penyakit yang berpotensi tinggi menjadi penyakit penyerta atau komorbid sehingga akan sangat rentan jika teinfeksi Covid-19. Penyakit yang termasuk dalam kelompok PTM antara lain hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, gagal ginjal, stroke, dan kanker (Kemenkes, 2020). Lansia merupakan salah satu populasi berisiko terkait kesehatan. Proses penuaan terjadi beberapa perubahan fisiologis di dalam tubuh sehingga mengakibatkan tubuh lebih mudah terpapar penyakit. Kematian yang disebabkan oleh Covid-19 akan terus meningkat dengan bertambahnya usia dan lansia lebih berisiko dibandingkan anak-anak (Liu, 2020). Seiring dengan pertambahan usia maka fungsi sel dalam tubuh kita juga akan semakin menurun. Penyakit degenerative merupakan komorbid dari Covid-19 (Garnier, 2020). Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi dan mencegah terjadinya penyakit tidak menular tersebut. Strategi pencegahan