© 2012 Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota © 2012 Biro Penerbit Planologi Undip Volume 8 (2): 191203 Juni 2012 Kajian Perkembangan dan Lokasi Minimarket di Kawasan Tembalang Syahira Marina 1 , Jawoto Sih Setyono 2 Diterima : 09 April 2012 Disetujui : 10 Mei 2012 ABSTRACT Tembalang area, located in the outskirt of Semarang city is experiencing the proliferation of modern convenient shops (minimarkets) dominated be Indomaret and Alfamart shops. Since 2001, 13 (thirteen) minimarkets have been established along the Jalan Bulusan to Jalan Ngesrep Timur corridor with the highest growth during the 20042009 period. Most of the shops have been established by constructing on an empty land or residing a redesigned existing building. Consumer behavior analysis revealed that 39,9% consumer visits happens twice a week with 62,7% of them to buy daily consumer products. Proximity has been identified as the highest motivation to shop in these minimarkets, followed by variability of products. Locational analysis identified overlapping of service range of the minimarkets due to close proximity between each other. The minimarkets located in the Jalan Ngesrep Timur – Jalan Prof. Sudarto corridor have the highest accessibility, while those located on Jalan Tirto Agung have the least. This study found oligopolistic competition among the two minimarkets. Keywords: minimarket development, cosumer behavior, minimarket location ABSTRAK Kawasan Tembalang di pinggiran Kota Semarang mengalami fenomena menjamurnya toko kelontong modern (minimarket) yang didominasi oleh Indomaret dan Alfamart Sejak 2001 telah dibangun 13 (tiga belas) gerai minimarket di sepanjang koridor Jalan Bulusan hingga jalan Ngersep timur dengan pertumbuhan tertinggi pada kurun 20042009. Sebagian besar gerai didirikan dengan membangun di lahan kosong atau menggunakan bangunan sewa yang didesain ulang. Analisis perilaku konsumen mengungkapkan 39,9% kunjungan dilakukan dua kali seminggu, dengan 62,7% kunjungan bertujuan membeli bahan kebutuhan seharihari. Lokasi yang dekat merupakan motivasi terbesar konsumen (62,1%), diikuti faktor tingginya variasi pilihan produk. Analisis lokasi mengidentifikasi overlapping jangkauan pelayanan antar minimarket akibat jarak yang berdekatan. Minimarket yang berlokasi pada koridor Jalan Ngesrep Timur Jalan Prof. Sudarto memiliki aksesibilitas tertinggi, sedangkan yang berlokasi di koridor Jalan Tirto Agung memiliki aksesibilitas terendah. Studi ini menemukan persaingan oligopoli antara kedua minimarket. Kata Kunci: perkembangan minimarket, perilaku konsumen, lokasi minimarket 1 Alumnus Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Undip, Semarang, Jawa Tengah 2 Dosen Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Undip, Semarang, Jawa Tengah Kontak Penulis : jawoto@gmail.com