JURNAL TEKNOINFO Volume 16, Nomor 2, Juni 2022, Page 452-459 ISSN: 1693-0010(Print), ISSN: 2615-224X(Online) Available online at https://ejurnal.teknokrat.ac.id/index.php/teknoinfo/index 452 ANALISIS TINGKAT PENERIMAAN APLIKASI BCA MOBILE DI KOTA MALANG MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) Albert Christopher 1) , Arif Tirtana 2) , Addin Aditya 3) 1 Teknik Informatika, STIKI Malang 2,3 Sistem Informasi, STIKI Malang 1,2,3 Jalan Raya Tidar 100, Kota Malang Email: 1 161131005@mhs.stiki.ac.id, 2 arif.tirtana@stiki.ac.id, 3 addin@stiki.ac.id, Abstract The number of users of the BCA Mobile application has increased from year to year, but the level of acceptance of the application in the community is not yet known. The Technology Acceptance Model (TAM) method is a model that functions to measure the level of technology acceptance as measured by the behaviour of its users and has proven its reliability. This study uses four TAM variables, namely perceived usefulness, perceived ease of use, behavioural intention to use and actual system use. In this study, 120 respondents using the BCA Mobile application in Malang City were obtained using the Lemeshow formula. In this study, primary data were processed using the SPSS application, using path analysis techniques. The results of this study indicate that H1, H2, H4 and H5 are accepted, while H3 is rejected. Based on the results of these studies, can provide insight for application developers to continue to improve the quality of their applications Keyword: Quantitative, Mobile Banking, Technology Acceptance, TAM. Abstrak Jumlah pengguna aplikasi BCA Mobile dari tahun ke tahun meningkat, namun belum diketahui tingkat penerimaan aplikasi tersebut pada masyarakat. Metode Technology Acceptance Model (TAM) merupakan model yang berfungsi untuk mengukur tingkat penerimaan teknologi yang diukur dari perilaku penggunanya dan telah terbukti keandalannya. Pada penelitian ini menggunakan empat variabel TAM, yaitu perceived usefulness, perceived ease of use, behavioral intention to use dan actual system use. Pada penelitian ini menggunakan 120 responden pengguna aplikasi BCA Mobile yang berada di Kota Malang yang didapat menggunakan rumus Lemeshow. Pada penelitian ini data primer diolah menggunakan aplikasi SPSS, dengan menggunakan teknik analisis jalur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa H1, H2, H4 dan H5 diterima, sedangkan H3 ditolak. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat memberikan wawasan bagi pengembang aplikasi untuk terus meningkatkan kualitas aplikasinya. Kata Kunci: kuantitatif, perbankan, penerimaan teknologi, TAM. 1. PENDAHULUAN Globalisasi berdampak pada seluruh sektor industri, tanpa terkecuali sektor perbankan [1]. Dampak globalisasi terhadap sektor perbankan yakni perbankan dituntut untuk mengadopsi teknologi, guna meningkatkan kualitas layanannya dan pada akhirnya dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, sehingga pelanggan tidak berpindah pada layanan yang lain [2]. Hal tersebut ditunjang dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi, khususnya mudah dan murahnya akses terhadap internet [3], sehingga membuat pelanggan semakin mudah pelanggan untuk memiliki dan memanfaatkan teknologi . Namun perlombaan di sektor perbankan untuk mengadopsi teknologi tersebut, tidak dibarengi dengan serangkaian metode pengukuran terstruktur yang berfungsi untuk memberikan pihak penyedia layanan teknologi informasi untuk mengukur, apakah layanan teknologi informasi yang disediakan telah diterima atau tidak oleh penggunanya [4]. Padahal di satu sisi untuk dapat menyediakan layanan teknologi informasi bukan sebuah hal murah, seringkali memakan biaya yang sangat besar, namun seringkali benefit yang didapat tidak setara dengan biaya yang dikeluarkan atau dikenal dengan konsep IT Productivity Paradox [5].