Jurnal SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol. 12 No. 2, hal. 200 - 207 pISSN: 2302-3937 eISSN: 2745-4223 url. https://jurnal.uns.ac.id/jurnal-semar/article/view/68263 DOI. https://doi.org/10.20961/semar.v12i2.68263 Copyright © 2023 Universitas Sebelas Maret 200 Pelatihan Fermentasi Kulit Singkong dengan MOL Tape Reject sebagai Upaya Pengolahan Limbah Pertanian dan Mengatasi Limbah Sentra Industri Tape di Bondowoso Himmatul Khasanah, Roni Yulianto, Nur Widodo, Desy Cahya Widianingrum*, Rahmat Ubaidillah Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Jember. Jember, Indonesia *Email: dsycahya312@gmail.com Submitted: 9 Desember 2022, Revised: 31 Desember 2022, Accepted: 15 Juli 2023, Published: 9 November 2023 Abstrak Pengembangan pakan berbahan dasar limbah industri dan limbah pertanian dapat digunakan sebagai strategi dalam mengatasi limbah dari pencemaran lingkungan dan menciptakan pakan inovatif. Bondowoso merupakan kota yang terkenal dengan produksi tape. Permasalahan dalam industri pembuatan tape adalah kulit singkong tidak dimanfaatkan dan tape reject yang tidak layak jual. Kulit singkong selama ini sering diberikan secara cuma-cuma pada karyawannya, namun terkadang juga tidak ada karyawan yang mau mengambil sehingga limbah menumpuk di gudang pabrik. Kulit singkong yang dimanfaatkan secara langsung sebagai pakan ternak menyumbang nilai nutrisi yang rendah dan sering menyebabkan masalah kesehatan ternak karena kandungan sianida pada limbah ini. Mitra pada kegiatan ini adalah UMKM Tape Nusantara 57 Desa Sumber Tengah, Kabupaten Bondowoso dengan sasaran peserta pemilik dan pekerja di industri tape tersebut. Penerapan teknologi fermentasi pada pengolahan kulit singkong sangat tepat dalam memecahkan masalah mitra. Penggunaan tape reject sebagai bahan dasar MOL pada fermentasi yang akan dilakukan merupakan win-win solution yang diunggulkan pada kegiatan ini. Tujuan dari kegiatan ini adalah memanfaatkan tape reject sebagai bahan dasar MOL dan mengubah kandungan nutrisi kulit singkong yang rendah dengan proses fermentasi untuk menghasilkan pakan inovatif di industri tape Nusantara 57. Program pengabdian dilakukan dalam 4 tahapan kegiatan yaitu sosialisasi kegiatan, pelatihan pembuatan MOL dengan bahan tape reject, praktek pembuatan fermentasi kulit singkong, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi mitra dan masyarakat sekeliling industri, menciptakan lingkungan bersih dan sehat, serta menghasilkan pakan inovatif, aman, dan berkualitas bagi ternak. Kegiatan pengabdian ini berjalan dengan lancer meliputi: sosialisasi dan koordinasi awal kegiatan dengan pemilik Tape Nusantara 57 , pelatihan dan demonstrasi pembuatan MOL dan pelatihan dan demonstrasi pembuatan pakan silase . Dampak dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengolah limbah kulit singkong dan tape reject menjadi pakan ternak. Kata kunci : fermentasi; kulit singkong,;MOL tape reject; inovasi pakan Abstract Developing feed made from industrial and agricultural waste can be used to overcome destruction from environmental pollution and create innovative feed. Bondowoso is a city famous for tape production. The problem in the tape-making industry is that cassava peel is not used, and tape is rejected, which is unsuitable for sale. Cassava peel has often been given free of charge to employees, but sometimes, employees are unwilling to take it, so the waste piles up in the factory warehouse. Cassava peel, used directly as animal feed, contributes low nutritional value and often causes livestock health problems due to the cyanide content in this waste. The partner in this activity is UMKM Tape Nusantara 57 Sumber Tengah Village, Bondowoso Regency, with the target participants being owners and workers in the tape industry. The application of fermentation technology in processing cassava skin is very appropriate for solving partner problems. The use of reject tape as the primary material for MOL in the fermentation that will be carried out is a win-win solution that is favored in this activity. This activity aims to utilize reject tape as a primary material for MOL and change the low nutritional content of cassava skin with a fermentation process to produce innovative feed in the Nusantara 57 tape industry. The service program is carried out in 4 activity stages: socialization of activities, training in making MOL with tape materials rejected, making fermented cassava skin, and