BARISTA: Jurnal Kajian Bahasa dan Pariwisata Volume 9 Nomor 02, 2022: 1-13 DOI: 10.34013/barista.v9i01.707 Putri Indah Yanti Received: May 30, 2022; Revised: August 25, 2022; Accepted: December 21, 2022 Studi Etnososiolinguistik Pada Pola Berbahasa Masyarakat Pendalungan di Roomo Pesisir, Gresik Putri Indah Yanti¹, Bambang Yulianto², Suhartono³ Universitas Negeri Surabaya¹²³ E-mail: putri.20056@mhs.unesa.ac.id Abstract This article is a study that examines the language code used by immigrant communities from the Horseshoe area of East Java, commonly known as the Pendalungan group (the result of acculturation of adult culture and Javanese culture who live and settle in coastal areas, in Roomo Pesisir Village, Gresik, along with the language patterns they produce when interacting with the local community.This research is a qualitative research because it provides descriptive data in the form of written or spoken words of people and the behavior they produce that can be observed.The research subjects involved were twenty people who were Pendalungan migrants. Data collection techniques used were observation and interviews.The data analysis stage used ethnosociolinguistic techniques.Data analysis in this study went through three main stages, 1) data identification through data cards, 2) data transcription, namely converting speech data into phonetic form, 3) data interpretation, m interpret data based on ethnolinguistic and sociolinguistic aspects. This research produced three language codes for immigrant communities in Roomo Pesisir, Gresik Regency with details: 1) Indonesian; 2) Javanese (ngoko and krama); 3) Madurese (rough) language and seven patterns of language choice in the daily interactions of the immigrant community in Roomo Pesisir, Gresik Regency. The seven patterns of language choice are 1) everyday language in the family; 2) language at school/work place; 3) talk to other immigrants from the same area; 4) Language at the time of the event (celebrations, posyandu, vaccination, recitation, etc.); 5) language with parents; 6) language based on ethnicity; 7) Language according to social status (education/position). The seven language patterns are the result of friction between speakers who use three languages simultaneously in the same period. Keywords: Language Code; Language Pattern; Madurese Language; Pendalungan Community Abstrak Artikel ini merupakan kajian yang mengkaji tentang kode kebahasaan yang digunakan oleh masyarakat pendatang daerah Tapal Kuda Jawa Timur yang biasa dikenal dengan kelompok Pendalungan (hasil akulturasi budaya dewasa dan budaya Jawa yang bertempat tinggal dan menetap di daerah pesisir, di Desa Roomo Pesisir, Gresik, beserta pola bahasa yang mereka hasilkan ketika berinteraksi dengan masyarakat setempat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif karena memberikan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan orang dan perilaku yang mereka hasilkan yang dapat diamati. Subjek penelitian yang terlibat adalah dua puluh orang yang merupakan pendatang Pendalungan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Tahap analisis data menggunakan teknik etnososiolinguistik. Analisis data pada penelitian ini melalui tiga tahap inti, 1) identifikasi data melalui kartu data, 2) transkripsi data, yakni mengubah data tuturan menjadi bentuk fonetis, 3) tafsiran data, menafsirkan data berdasarkan aspek etnolinguistik dan sosiolinguistik. Penelitian ini menghasilkan tiga kode kebahasaan bagi masyarakat pendatang di Roomo Pesisir Kabupaten Gresik dengan rincian: 1) Bahasa Indonesia; 2) bahasa Jawa (ngoko dan krama); 3) Bahasa Madura (kasar) dan tujuh pola pilihan bahasa dalam interaksi sehari-hari komunitas pendatang di Roomo Pesisir, Kabupaten Gresik. Ketujuh pola pilihan bahasa tersebut adalah 1) bahasa sehari-hari dalam keluarga; 2) bahasa di sekolah/tempat kerja; 3) berbicara dengan imigran lain dari daerah yang sama; 4) Bahasa pada saat acara (perayaan, posyandu, vaksinasi, pengajian, dll); 5) bahasa dengan orang tua; 6) bahasa berdasarkan suku; 7) Bahasa menurut status sosial (pendidikan/jabatan). Ketujuh pola bahasa tersebut merupakan hasil gesekan dari penutur yang menggunakan tiga bahasa secara bersamaan pada tahun yang sama. Kata Kunci: Kode Bahasa; Pola Bahasa; Bahasa Madura; Masyarakat Pendalungan