JIP (Jurnal Informatika Polinema) ISSN: 2614-6371 E-ISSN: 2407-070X Halaman | 325 SISTEM KENDALI PENGANGGURAN DAN INFORMASI LOWONGAN KERJA PADA DINAS KETENAGAKERJAAN KABUPATEN MALANG Kadek Suarjuna Batubulan 1 , Muhammad Shulhan Khairy 2 , As’ad Alfan Jauhari 3 , 1,2,3 Jurusan Teknologi Informasi, Politeknik Negeri Malang 1 kadeksuarjuna87@polinema.ac.id, 2 khairy@polinema.ac.id, 3 asadalfan1987@gmail.com Abstrak Perkembangan teknologi informasi pada saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hai ini berpengaruh terhadap kebutuhan sumber daya manusianya yang juga semakin meningkat. Akibatnya tingkat pengangguran saat ini semakin meningkat. Hampir sebagian besar perusahaan sekarang ini menggunakan sistem yang telah terkomputerisasi, yang otomatis menuntut seseorang untuk dapat menggunakan sistem tersebut dengan baik. Hal tersebut dapat mendorong terjadinya peningkatan kebutuhan seseorang untuk dengan cepat dan mudah mengajukan diri atau melamar ke suatu perusahaan atau instansi yang nantinya jika jumlah lamaran meningkat, perusahaan membutuhkan lebih banyak waktu untuk memilah lamaran mana yang telah memenuhi persyaratan perusahaan, karena perusahaan pastinya membutuhkan sistem manajemen yang baik. Oleh karena itu Sistem pengambil keputusan dengan memanfaatkan metode SAW (Simple Additive Weighting) untuk menentukan nilai dari tes lamaran pekerjaan dan metode Fuzzy Logic. perankingan pelamar. Jika suatu perusahaan menerima calon pekerjaan lebih dari satu, sistem dapat merekomendasikan peringkat calon pekerjaan dengan memberikan rekomendasi sesuai dengan hasil nilai Tes Potensi Akademik (TPA) di kalangan masyarakat. Kata kunci : Sistem Pendukung Keputusan, SAW, Fuzzy Logic 1. Pendahuluan Perkembangan teknologi informasi pada saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hai ini berpengaruh terhadap kebutuhan sumber daya manusianya yang juga semakin meningkat. Akibatnya tingkat pengangguran saat ini semakin meningkat. Hampir sebagian besar perusahaan sekarang ini menggunakan sistem yang telah terkomputerisasi, yang otomatis menuntut seseorang untuk dapat menggunakan sistem tersebut dengan baik. Hal tersebut dapat mendorong terjadinya peningkatan kebutuhan seseorang untuk dengan cepat dan mudah mengajukan diri atau melamar ke suatu perusahaan atau instansi. Yang nantinya jika jumlah lamaran meningkat, perusahaan membutuhkan lebih banyak waktu untuk memilah lamaran mana yang telah memenuhi persyaratan perusahaan, karena perusahaan pastinya membutuhkan sistem manajemen yang baik. Saat ini sudah ada beberapa sistem manajemen lamaran pekerjaan yang telah diterapkan, contohnya sistem informasi ketenagakerjaan online sistem ini berbasis website yang dapat dioperasikan oleh dua jenis akun pengguna, yaitu perusahaan dan dinas tenaga kerja. Sistem ini masih belum memiliki jenis akun pelamar sehingga interaksi antara pelamar dan perusahaan sangat terbatas. Lowongan pekerjaan yang tampil pada sistem berasal dari perusahaan yang sudah bekerja sama dengan pihak dinas tenaga kerja kabupaten malang. Ada beberapa langkah interaksi antar pelamar dan perusahaan yang dapat diotomasisasi, misalnya, pelamar dapat langsung mengirimkan lamaran pekerjaan ke sebuah perusahaan, melakukan tes pekerjaan, hingga perusaahan mendapatkan daftar pelamar mana saja yang memenuhi kriteria perusahaan. Selain itu, juga mempunyai tim seleksi untuk menyeleksi para pelamar. Semua proses tersebut dihitung dan dilakukan melalui sistem.Lowongan pekerjaan yang tampil pada sistem berasal dari perusahaan yang sudah bekerja sama dengan pihak dinas tenaga kerja kabupaten malang. Sistem manajemen lamaran pekerjaan dengan memanfaatkan metode SAW (Simple Additive Weighting) untuk menentukan nilai dari tes lamaran pekerjaan dan metode Fuzzy Logic. perankingan pelamar. Jika suatu perusahaan menerima calon pekerjaan lebih dari satu, sistem dapat merekomendasikan peringkat calon pekerjaan dengan memberikan rekomendasi sesuai dengan hasil nilai Tes Potensi Akademik (TPA) di kalangan masyarakat. 2. Tinjauan Pustaka 2.1 Sistem Pendukung Keputusan Menurut Alter yang di kutip oleh Abdul Kadir, sistem pendukung keputusan atauDecision Support Systems (DSS) adalah sistem informasi interaktif yang menyediakan informasi, pemodelan, dan pemanipulasian data yang digunakan untuk