Logista Vol. 7 No. 1 Tahun 2023 Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat ISSN: 2579-6283 E-ISSN: 2655-951X 137 Corresponding author: http://logista.fateta.unand.ac.id sandryas.alief@poliwangi.ac.id PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN JERAMI PADI MENJADI KOMPOS COMMUNITY EMPOWERMENT IN THE USE OF RICE STRAW TO BECOME COMPOST Sandryas Alief Kurniasanti 1)* , Abdul Holik 2) 1) Agribisnis, Politeknik Negeri Banyuwangi, email: sandryas.alief@poliwangi.ac.id 2) Agribisnis, Politeknik Negeri Banyuwangi, email: holik.tp@gmail.com ABSTRAK Program Pemberdayaan Desa Tambong ini sangat mendukung program pemerintah daerah yaitu pemulihan perekonomian berbasis UMKM, pertanian, perikanan, dan pariwisata. Selain itu juga untuk mendorong peningkatan usaha pertanian dan perikanan, memberikan bantuan pupuk, bibit, pelatihan peningkatan kapasitas SDM petani, sektor lapang, hingga pengembangan start up usaha pertanian. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra saat ini adalah menumpuknya limbah pertanian padi yang berupa jerami padi serta kurangnya kesadaran para petani tentang sistem pertanian organic. Pemanfaatan limbah jerami padi menjadi kompos guna meningkatkan pertumbuhan dan produksi padi khususnya pada kelompok tani Randu Agung Dusun Krajan Desa Tambong Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi. Teknis pelaksanaan program ini adalah dengan memberikan pelatihan teknis tentang cara pembuatan kompos jerami padi dan mendampingi implementasinya setelah berakhirnya program ini. Kata kunci: Banyuwangi, Desa Tambong, jerami, kompos, padi ABSTRACT Empowerment program tambong village it will support regional government programs that is based umkm economic recovery, agriculture, fisheries, and tourism. In addition to advance the effort agriculture and fisheries, giving fertilizer, seeds, building training capacity building human resources farmers, airy sector, until the development of start up agricultural businesses. Problems counterparts now is the mounting rice agricultural waste of rice straw and the lack of awareness farmers about the system organic farming. Utilization of waste rice straw become compost to bolster growth and rice production in particular the farmers the hamlet randu krajan tambong village in Kabat Banyuwangi district. The technical implementation of this program is to technical training about how composting rice straw and accompanies their implementation after the end of this program. Keywords: Banyuwangi, compost, rice straw, Tambong Village PENDAHULUAN Banyuwangi merupakan sebuah Kabupaten yang terletak di provinsi Jawa Timur yang berada di ujung paling timur Pulai Jawa. Banyuwangi berada di kawasan tapal kuda yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Situbondo. Banyuwangi merupakan kawasan terluas di Pulau Jawa dengan luas wilayahnya mencapai 5.782,50 km 2 dengan garis pantai terpanjang. Kota Banyuwangi yang dijuluki sebagai The Sunrise of Java ini secara geografis terletak pada koordinat 7º45’15”–8º43’2” LS dan 113º38’10” BT dan berada pada ketinggian 0-2.500 meter di atas permukaan laut. Potensi wilayah Banyuwangi adalah pada sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan pariwisata. Namun demikian juga bisa ditemui beberapa industry besar di Banyuwangi. Banyuwangi sendiri terdiri atas 25 kecamatan, 28 kelurahan, dan 189 desa. Kelompok Tani Randu Agung yang merupakan petani mitra sasaran dari program ini adalah kelompok tani yang berada di dusun Krajan Desa Tambong, Kecamatan Kabat Banyuwangi. Kelompok tani yang beranggotakan 30 petani aktif ini sama-sama mengusahakan pertanaman padi sebagai komoditas utama mereka. Perlu diketahui bahwasannya wilayah Desa Tambong sendiri didominasi oleh lahan pertanian seperti sawah padi dan kebun buah papaya, salak, kelapa, dan pisang. Luas wilayah desa tambong sendiri kurang lebih 576,2 ha