Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat, Pekanbaru, 2019-08-21 conference.unri.ac.id Unri Conference Series: Community Engagement. Volume 1 ISSN 2685-9017 493 Peran pelatihan desain grafis dalam mewujudkan pemuda rentan yang memiliki keterampilan dan kemandirian Febrina Sari *, Tri Handayani, & Soni Fajar Mahmud Sekolah Tinggi Teknologi Dumai * febri_ghaniya@yahoo.co.id Abstrak. Anak putus sekolah merupakan Pemuda Rentan yang biasanya menghabiskan hari-hari mereka dengan nongkrong di pinggir jalan atau di persimpangan jalan serta di pos ronda, hal ini karena mereka masih belum produktif (belum bekerja). Sebagian dari pemuda rentan ada yang sudah bekerja namun hanya sebagai buruh kasar dengan upah sebesar 40-60 ribu rupiah per hari, dibandingkan dengan Desa lainnya anak putus sekolah/pemuda rentan di Desa Bukit Kayu Kapur memiliki persentase yang lebih tinggi yaitu mencapai 7%, yakni sebanyak 114 jiwa, dari total jumlah penduduk produktif sebanyak 1630 jiwa. Hal ini dikarenakan Pemuda Rentan tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus untuk dapat bekerja dan memperoleh upah yang lebih baik.Telah dilaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat Stimulus dalam upaya pemberdayaan pemuda rentan/anak-anak putus sekolah guna mengurangi jumlah penganguran yang tidak memiliki ketrampilan. Upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan desain grafis kepada pemuda rentan. Hasil yang telah dicapai dalam kegiatan Program Kemitraan Stimulus ini adalah meningkatnya pengetahuan anggota kelompok pemuda rentan tentang penggunaan komputer dan pemuda rentan telah memiliki keterampilan dalam mendesain beberapa produk seperti spanduk, banner, kartu nama, undangan, kalender dan brosur. Kata kunci: keterampilan; kemandirian; pelatihan; pemuda rentan Abstract. Out-of-school children are Vulnerable Youth who usually spend their days hanging out on the roadside or at crossroads and at patrol posts, this is because they are still unproductive (not working). Some vulnerable youths have worked but only as unskilled laborers with wages of 40-60 thousand rupiah per day, compared to other villages, school dropouts/vulnerable young people in Bukit Kayu Kapur Village have a higher percentage of 7%, which is 114 people, from the total productive population in 1630. This is because Vulnerable Youth do not have the specific knowledge and skills to be able work and get better wages. The Community Stimulus Partnership Program has been implemented in an effort to empower young people who are vulnerable to dropping out of school to reduce the number of unemployed people without skills. This effort is to provide graphic design training for vulnerable youth. The results that have been achieved in the Stimulus Partnership Program activities are the increased knowledge of members of vulnerable youth groups about the use of computers and vulnerable youth who have skills in designing several products such as banners, banners, business cards, invitations, calendars and brochures. Keywords: independence; skills; training; vulnerable youth To cite this article: Sari, F., T. Handayani, & S. F. Mahmud. 2019. Peran pelatihan desain grafis dalam mewujudkan pemuda rentan yang memiliki keterampilan dan kemandirian. Unri Conference Series: Community Engagement 1: 493-498 https://doi.org/10.31258/unricsce.1.493-498 © 2019 Authors Peer-review under responsibility of the organizing committee of Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat 2019